Bunga Potong Alpinia Purpurata

Sebagian orang setuju “Katakan dengan bunga”, merupakan prospek bisnis yang menguntungkan dalam rangkaian bunga, sebagaimana yang sering kita lihat pada acara-acara tertentu ada karangan bunga yang dibuat untuk mengucapkan selamat atau sekedar menyampaikan ucapan belasungkawa, dan bisnis bunga potong ini sangat menguntungkan jika anda menekuninya di kota-kota, namun tentu saja tidak demikian untuk anda yang tinggal di pedesaan.

Nah bagi yang tinggal dipedesaan keuntungan yang bisa diperoleh dari bunga Alpinia ini, adalah dengan menjual dalam bentuk bibit bunga, karena itu sekarang kita coba membahas bagaimana cara membudidayakan bunga Alpinia purpurata ini di pekarangan rumah anda.

Profil singkat bunga Alpinia purpurata

Alpinia mempunyai lebih dari 70 spesies, dalam taksonominya Alpinia tergolong dalam famili Zingiberaceae, dalam penyebarannya bunga ini tersebar diaerah tropis sampai ke equator utara, Alpinia purpurata (Vieill) K. Schum dikenal juga dengan istilah “Red ginger”, dalam ilmu botani bunga ini berasal dari New Caledonia, New Hebrides, kepulauan Solomon, Bismarck dan Bougenville.

Anehnya di habitat aslinya alpinia ini tumbuh disepanjang aliran sungai di hutan, di sudut-sudut rawa mangrove pada ketinggian 500 mdpl.

Salah satu alasan mengapa alpinia ini menjadi prospek untuk bunga potong atau bunga hias, karena keindahan rangkaian bunganya, dan di beberapa daerah seperti di karibia alpinia merupakan bunga yang penting dan diekspor ke pasar eropa dan amerika utara.

Di pasar eropa alpinia merupakan bunga tropis impor terbesar setelah Heliconia, sumber dari balai penelitian tanaman hias, pada tahun 2000 nilai import alpinia purpurata mencapai 7,8 eouro atau 1 % dari jumlah impor bunga segar dan 25% dari total bunga tropis import, dan negara pemasok terbesar dari bunga ini adalah Costa Rica, Cote d’Ilvoire dan Kamerun.

Bunga Potong Alpinia Purpurata

Deskripsi bunga Alpinia purpurata

Tanaman Alpinia purpurata tinggi batangnya mencapai 1 – 5 m, bentuk daun memanjang, panjang 30 – 70 cm, lebar 10 – 22 cm, tidak berbulu, ujung pendek meruncing, rangkaian bunga terminal pada batang yang berdaun, tidak bercabang, berbentuk silindris, panjang 15 – 30 cm, diameter 5 – 10 cm, biasanya semakin panjang ketika tanaman semakin menua.

Jadi pada tanaman Alpinia purpurata yang disebut dengan “bunga” secara umum adalah Braktea, bunga alpinia bisexual berkembang di struktur seperi cone dibelakang brektea bagian atas, planlet kecil berupa tuna anakan berdaun sering tumbuh di bawah braktea bagian bawah.

Dipasaran warna bunga yang dipilih adalah jenis “red ginger, jungle king dan jungle queen” dan satu lagi Eileen Mc Donals yang mempunyai braktea berwarna pink berbentuk lonjong.

Panduan budidaya bunga alpinia purpurata

Lingkungan tumbuh : Alpinia purpurata dapat ditanam dari dataran rendah sampai dataran tinggi, penggunaan naungan paranet 55% dan jika pada awal penanamannya menggunakan penutupan mulsa jerami, akan mengurangi serangan penyakit Xanthomonas sp, demikian juga jika menggunakan naungan plastik akan menghasilkan tanaman yang lebih sehat karena dapat mengurangi serangan penyakit yang disebabkan Xanthomonas sp.

Cara perbanyakan bunga Alpinia purpurata

Perbanyakan alpinia termasuk sulit untuk kalangan masyarakat biasa jika dilakukan dengan cara in vitro, yakni pembelahan rhizome dan planlet yang keluar dari braktea yang sudah menua, alpinia yang jenisnya berwarna merah dan pink berbentuk lonjong dapat diperbanyak dengan menggunakan rimpang maupun planlet.

Sedangkan unuk alpinia jenis “jungle king” dan “jungle queen” tidak pernah membentuk planlet dibawah braktea, sehingga untuk perbanyakannya dilakukan dengan cara pembelahan rhizome atau secara kultur in vitro.

Menurut Debora Herlina Adriyani, dalam budidaya bunga potong Alpinia purpurata, perbanyakan alpinia pupurata menggunakan planlet membutuhkan waktu yang cukup lama, dari planlet sampai tanaman berbunga membutuhkan waktu lebih kurang 3 tahun. Sedangkan rimpang alpinia tidak pernah mengalami masa istirahat, sehingga peluang untuk melalukan pembelahan dapat dilakukan setiap waktu.

Jika perbanyakan tanaman dilakukan dengan cara pembelahan rhizome, tanaman sudah mulai berbunga 9 bulan setelah tanam, dan tanaman mulai produktif setelah berumur 1 tahun, dengan kualitas bunga yang dihasilkan cukup baik, yaitu panjang tangkai lebih dari 90 cm, diameter batang lebih dari 1 cm.

Pemupukan

Tanaman bunga Alpinia purpurata membutuhkan tanah yang berdrainase baik, lembab dan cukup bahan organik, karena tanaman ini merupakan tanaman tahunan dan pertumbuhan vegetatif dan generatif ada dalam rumpun tanaman, maka NPK yang seimbang sebaiknya diberikan secara rutin setiap bulan.

Hama dan penyakit pada tanaman alpinia purpurata

Yang harus diwaspadai pada pertanaman alpinia ini adalah ketika musim hujan, pada musim hujan tanaman alpinia yang tidak memiliki naungan atap plastik, akan mudah sekali terkena serangan bakteri Xanthomonas sp, dengan gejala daun kekuning-kuningan kemudian mengering, penyebaran penyakit ini sangat cepat, karena cipratan air dari tanah.

Untuk mengurangi menjalarnya penyakit sebaiknya daun yang sudah terserang dipotong, disamping itu hama kumbang juga akan merusak daun, hama lain yang sangat berpotensi menyerang adalah kutu pahid, hama ini biasanya menyerang pada bagian braktea.

Serangan dari serangga aphid ini ditandai dengan terbentuknya embun jelaga yang melapisi braktea, sehingga braktea tampak hitam, jenis alpinia yang sangat disukai oleh aphid ini adalah alpinia yang berwarna pink.

Panen dan pascapanen

Dalam usaha bunga potong, beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan dalam proses panen adalah sebagai berikut.

Ukuran batang

Secara umum ada hubungan antara ukuran batang dengan lama kesegaran bunga, semakin kecil diameter maka semakin pendek panjang batang, dan dengan demikian lama kesegarannya juga akan semakin pendek.

Hal ini disebabkan karena simpanan air dan makanan pada batang, panjang batang yang dipanen sebaiknya ditentukan, dengan ukuran panjang batang minimal 90 cm, dan diameter batang pada leher braktea minimal 1 cm.

Perkembangan braktea

Sebiknya bunga dipanen ketika tingkat kemekaran braktea 50 – 75 %, dan panenan hanya dilakukan dengan memotong 1 atau 2 buah daun saja.

Perlakuan setelah panen

Untuk mendapatkan bunga potong yang segar, sebaiknya batang yang sudah dipotong dimasukkan kedalam air, agar terbebas dari hama yang sering bersembunyi diantara braktea, pencelupan dengan menggunakan insektisida Orthene atau Talstar F atau bisa juga menggunakan Tempo 2 EC selama 5 menit akan semakin bagus.

Bunga potong ini sensitif terhadap suhu rendah, karena itu sebaiknya penyimpanan dilakukan pada suhu 7 – 10 derajat celcius, dengan kelembapan 90 – 95 % dan tidak lebih dari 5 hari, penyimpanan sebaiknya dilakukan pada posisi tegak, tujuannya agar bunga tidak melengkung kebawah karena geotropisme.

Penyimpanan yang baik sebaiknya dilakukan dengan merendam tangkai bunga dalam air, sebaiknya penyimpanan kering pada suhu rendah tidak dilakukan, karena kerusakannya akan terlihat dalam 24 jam, dan ditandai dengan bentuk ujung braktea yang berwarna ke biru-biruan.

Untuk memperpanjang kesegaran bunga, bisa juga menggunakan gula dan HQC, dengan cara tambahkan 4 % gula kemudian campurkan dengan 200 ppm HQC.

Pengemasan

Pengemasan untuk pengiriman sebaiknya dilapisi dengan kertas dan harus dalam posisi berdiri.

Persilangan bunga alpinia purpurata

Bunga alpinia memiliki karakter genetik yang sempit, persilangan antara tanaman dengan braktea merah dan pink, dihasilkan keturunan dengan warna yang berkisar dari merah ke pink, persilangan antara jungle king dan jungle queen dihasilkan tanaman yang lebih atraktif, baik warna, bentuk dan lama kesegaran, dan dinamakan federation lady.

Persilangan inter genera antara alpinia purpurata dan etlingera elatior dinamakan X alpingera martinica, yang memiliki warna dan bentuk rangkaian bunga yang lebih baik dari kedua bentuk induknya.

0 comments