Rahasia Sukses Bertanam Cabai Rawit Di Lahan Terbuka

Anda punya lahan tidur yang tidak terkelola dengan baik? Anda ingin punya “mesin” uang yang selalu memberikan keuntungan sepanjang tahun? Atau anda ingin kaya tanpa kerja keras setiap hari? Jika semua pertanyaan itu ada didalam cita-cita dan pikiran anda, maka anda beruntung, karena kita akan berbagi cara menciptakan mesin uang dengan bertanam cabe rawit.

Mengapa harus cabe rawit? Dan mengapa tidak dengan tanaman lainnya? Misalkan cabe besar atau cabai paprika atau cabe-cabean? Jawabannya sangat sederhana, karena bertanam cabe rawit itu mudah.

Yup, cabe rawit merupakan cabai yang tidak manja, tidak seperti “kerabatnya” yang satu lagi, yakni cabe besar atau cabe merah keriting, saya sendiri sudah membuktikannya, dengan menanam cabai rawit di pekarangan rumah, semasa pertumbuhannya mulai dari lahirnya pucuk pertama sampai habis masa produktifnya, meski didera berbagai “cobaan nan tak tertanggungkan”, semisalnya hama kutu, lalat buah, semut merah, dan aneka penyakit lainnya, cabai rawit tetap berdiri tegak, hanya sesekali saya lihat dia bertahan dengan segenap kekuatannya, yakni dengan menggugurkan daunnya, sampai batang cabe rawit kering kerontang, namun tidak beberapa lama kemudia keluar lagi daun baru, kemudian mulai lagi ia berbuah.

Demikianlah cabai rawit, sikecil yang pedas ini mampu bertahan hidup meski diterpa badai kehidupan, jika anda tidak percaya anda bisa buktikan sendiri, tanamlah satu batang cabai rawit dan satu batang lagi cabe merah keriting, silahkan anda lihat hasilnya.

Dengan perawatan sederhana saja, seperti menyiramnya setiap hari, kemudian membersihkan gulma yang mengganggu disekitar perakarannya, dan memangkas cabang yang tidak berbunga, cabe rawit sudah bisa bertahan hidup sepanjang tahun, sepanjang tahun ini maksudnya tentu saja ketika anda turut menjaganya dari serangan Ayam dan hewan ternak lainnya, yang doyan memakan daun dan buah cabe rawit.

Maka dari itu untuk anda yang ingin punya mesin uang dan kaya tanpa harus bekerja keras, tidak usah menjadi anggota MLM, cukup bertanam cabai rawit saja, tentunya dengan syarat anda harus punya lahan.

Baiklah sekarang kita coba bahas tentang cara bertanam cabai rawit di lahan terbuka, lahan terbuka disini maksud kami adalah lahan tanah yang dijadikan sebagai media penanamannya, jadi bukan menaman cabe rawit didalam pot atau polybag.

Seperti yang sudah banyak kita ketahui, cabe rawit (Capsicum fritescens) termasuk kepada keluarga tanaman Solanaceae, cabe rawit bisa tumbuh bertahun-tahun, jika kebutuhan haranya masih terpenuhi, kalau saya tidak salah umur cabe rawit ini bisa mencapat 2 – 3 tahun, apabila dipelihara dengan baik.

Didalam literatur pertanian yang dikeluarkan Badan penelitian dan pengembangan pertanian, dikatakan cabe rawit bisa tumbuh dengan baik didataran rendah dan dataran tinggi, namun yang paling cocok untuk pertumbuhan cabe rawit adalah di ketinggian 0 – 500 mdpl, jika ditanam diatas ketinggian 500 mdpl hasilnya juga cukup memuaskan, hanya saja masa waktu panennya lebih panjang, untuk bisa tumbuh cabai rawit ini membutuhkan tanah yang gembur, kaya akan bahan organik dengan pH netral 6-7.

Kebutuhan persemaian cabai rawit

Jika dihitung dalam skala hektar, kebutuhan benih untuk setiap hektarnya berkisar antara 100 – 125 g, dalam membuat persemaian media semainya dibuat dari campuran tanah dan kompos steril, dengan perbandingan 1:1, cara penyemaiannya adalah dengan menaburkan benih secara merata kemudian ditutup dengan tanah tipis, kemudian disiram, lalu kemudian ditutup lagi dengan daun pisang.

Setelah umur penyemaian benih cabe rawit kurang lebih 7 hari, berikutnya semaian dipindahkan ke bumbungan yang terbuat dari daun pisang yang telah diisi campuran tanah dan kompos steril, campuran ini menggunakan perbandingan 1 : 1.

Bibit cabe siap dipindahkan ke lahan
(Bibit cabe siap dipindahkan ke lahan)
Untuk melihat apakah bibit sudah bisa dipindahkan ke lapangan, bisa dipantau dari jumlah daunnya, bila bibit yang disemai telah berumur lebih kurang 30 – 35 hari dan sudah muncul 5 - 6 helai daun, bibit sudah siap untuk dipindah ke lapangan.

Mempersiapkan lahan untuk penanaman cabai rawit

Kesuksesan bertanam cabai rawit di lahan terbuka juga dipengaruhi dari cara pengolahan lahan, tanah yang akan dijadikan areal pertanaman cabai rawit sebaiknya di bajak atau dicangkul, dengan kedalaman 30 – 40 cm, sambil dibolak-balikan tanahnya, kemudian bongkahan tanah pada bagian atasnya dihaluskan.
Penglohan lahan untuk penanaman cabe
(Penglohan lahan untuk penanaman cabe)
Jadi jika anda punya lahan kosong yang tidak terkelola dengan baik, dan punya keinginan untuk kaya dengan cara yang santai, maka sebaiknya manfaatkan lahan tersebut untuk bertanam cabai rawit.

Dalam pembuatan bedengan untuk persiapan menanam cabe rawit, sebaiknya bedengan dibuat dengan lebar 1 – 1,2 m, tingginya 40 – 50 cm, dan jarak antara bedengan kurang lebih 40 – 50 cm.

Agar tanaman cabe rawit anda sukses, maka sebiknya anda mengenal kondisi lahan yang dijadikan tempat bercocok tanam cabe rawit, jika kondisi tanah terlalu asam, beri pengapuran, dan pengapuran ini dilakukan bersamaan dengan pengolahan lahan, yakni sekitar 2 – 3 minggu sebelum tanam, cara pengapuran ini bisa dilakukan dengan menabur kapur dipermukaan tanah, kemudian dicampur rata dengan tanah.

Jika anda ingin menggunakan mulsa, sebaiknya permukaan bedengan buat seperti setengah lingkaran, hal ini untuk mempermudah pemasangan mulsa.

Masa pemupukan cabe rawit

Pengalaman pribadi saya sewaktu menanam cabe rawit dengan tidak menggunakan pupuk, hasilnya cabe rawit tetap berbuah, namun memang agak lama waktu buah pertamanya muncul, dibandingkan menggunakan pupuk.

Untuk kebutuhan pupuk ini anda bisa menggunakan urea, SP 36 dan KCL, kemudian bisa juga dengan menambahkan pupuk kandang, dan yang paling penting untuk diingat, pemberian pupuk pada lahan yang akan ditanam dilakukan sebelum pemasangan mulsa.

Setelah pemupukan lahan, untuk pemupukan susulan bisa diberikan pada saat tanaman berusia satu bulan, pemupukan susulan ini bisa dilakukan dengan cara mengencerkan pupuk buatan menggunakan air, untuk takarannya 1,5 – kg pupuk buatan menggunakan 100 liter air.

Nah karena tanaman cabai rawit ini bisa bertahan selama 2 – 3 tahun, maka sebaiknya pemupukan susulan ini dilakukan secara berkala, sesuai dengan kebutuhan, tujuannya adalah agar produksi buahnya terus bertahan.

Jadi menurut saya pribadi, rahasia sukses bertanam cabe rawit dan menghasilkan buah lebat melimpah di lahan terbuka, adalah dengan rutinnya memberikan asupan hara ini, karena jika kebutuhan haranya tidak tercukupi maka tidak mungkin cabe rawit bisa bertahan selama 2 - 3 tahun.

Mengendalikan OPT

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, dalam pengalaman saya selama bertanam, cabe rawit merupakan tanaman yang lebih tahan banting dari gangguan serangga “antagonis” ini, dibanding kerabatnya cabe yang lainnya, semisalnya cabe merah keriting, cabe merah keriting adalah tanaman yang manja, butuh perawatan ekstra agar buahnya bisa maksimal.

Namun demikian seperti hama lalat buah, hama penghisap seperti kutu daun, trips dan kutu kebul, terkadang juga membuat kita kesal, maka dari itu untuk mengendalikan serangga hama ini bisa dibuat perangkap, untuk lalat buah bisa dibuat perangkap lalat buah dengan menggunakan metil eugenol, dan hama-hama penghisap tadi bisa diatasi dengan menggunakan mulsa plastik hitam perak, dan membuat perangkap lekat warna kuning.

Untuk cara membuat perangkap ini bisa anda simak pada link artikel berikut ini.


Dan satu lagi artikel bermanfaat kami tentang cara mengendalikan kutu kebul dan serangga penghisap lainnya, bisa anda simak pula pada link artikel dibawah ini.


Nah pemirsa di negara manapun anda berada, jika anda ingin kaya lalu sukses bertanam cabe rawit, silahkan coba tips cara sukses bertanam cabai rawit di lahan terbuka diatas, sampai jumpa pada pembahasan selanjutnya, salam.

0 comments