Begini Caranya Proses Pembuatan Benih Cabe Yang Baik

Sekolah cabe memang tidak ada habisnya, demikian kata Tamaruddin Gorat seorang petani di Kabupaten Dharmasraya kepada saya, karena nilai jualnya yang tinggi dan harga pasarnya selalu bagus, maka berbagai usaha untuk membuat tanaman cabe tumbuh subur, menghasilkan buah yang banyak dan menguntungkan, akan selalu dilakukan petani cabe.

Berbagai teori telah banyak diluncurkan tentang tanaman cabe, baik itu melalui penelitian ilmiah, maupun catatan pengalaman petani, karena itulah barangkali sekolah cabe ini tidak pernah tamatnya, seperti yang dinyatakan Gorat.

Bertahun-tahun kami mengamati berbagai kejadian terkait tanaman cabe ini, mulai dari pelosok kampung, sampai ke balai penelitian yang memiliki semua fasilitas dan biaya untuk bercocok tanam cabe, dan kesimpulan besar kami untuk sementara adalah, sebagus apapun teori yang telah ditetaskan dari dalam laboratorium penelitian, pada akhirnya petani tetap memiliki cara tersendiri dalam menciptakan kelansungan pertanaman cabe.

Karena itu panduan praktis kali ini tentang proses pembuatan benih cabe, kami angkat dari pengalaman praktis petani dilapangan, maka dari itu kita tidak akan berpanjang lebar tentang cara bertanam cabe, melainkan kita langsung kepada pokok pembahasan, yakni cara pembuatan benih cabe itu sendiri.

(Cabai keriting Foto Y Kusandriani)
Untuk membuat pembenihan cabe proses yang dilakukan dimulai pada masa panen cabe, tahapan pembuatan tersebut akan dijelaskan sesuai urutan dibawah ini.

Pembelahan biji cabe

Cabe yang akan dipersiapkan untuk benih bisa dipanen setelah 60 – 80 hari setelah tanam, untuk cabe yang ditanam di dataran rendah, sedangkan untuk cabe yang ditanam di dataran tinggi, biasanya dipanen setelah 4 bulan setelah tanam.

1. Buah yang akan dijadikan benih sebaiknya adalah buah yang sudah mengalami matang penuh

Yakni ketika cabe berwarna merah penuh, buah cabe yang akan dijadikan benih sebaiknya disimpan disimpan beberapa hari, bisa selama satu minggu atau dua minggu.

2. Buah cabe dibelah

Untuk mendapatkan hasil benih yang baik, buah cabe yang sudah dibelah sebaiknya direndam dalam tong menggunakan air bersih dalam 1 malam.

3. Pencucian benih cabe

Buah cabe yang sudah dibelah dan direndam selama satu malam, kemudian di bersihkan lagi.

4. Pengeringan

Setelah proses diatas benih dikering anginkan, untuk hasil yang bagus sebaiknya benih dikeringkan dalam suhu kamar, jadi benih cabe tidak dikeringkan dibawah sinar matahari langsung, untuk pengeringan dalam suhu kamar sebaiknya dilakukan selama 5 – 6 hari, dengan suhu kamar lebih kurang 34 derajat celsius.

5. Sortasi benih

Pemilihan benih yang sudah dikeringkan, dilakukan berdasarkan kriteria yang bagus, benih yang diambil adalah benih yang berukuran normal dan bernas, benih yang hampa rusak dan berwarna hitam dan cokelat sebaiknya disingkirkan.

6. Perendaman dalam pestisida

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hama penyakit yang terbawa dari lapangan, dan selama penyimpanan, jadi benih yang sudah di sortasi bisa direndam dalam pestisida berbahan aktif Metalaxyl dengan konsentrasi 0,2%.

7. Penyimpanan benih

Untuk penyimpanan benih dalam jangka waktu lama, sebaiknya benih benar-benar kering, atau kadar air yang tersisa 7 – 8 %, kemudian benih disimpan didalam alumunium foil, atau dalam wadah yang terbuat dari kaca atau metal, tempat penyimpanan benih harus tertutup rapat agar udara tidak dapat masuk.

Menurut sutopo faktor utama yang mempengaruhi ketahanan penimpanan benih ada dua, yakni faktor kadar air benih dan suhu ruangan tempat penyimpanan, untuk penyimpanan benih jangka waktu menengah, kadar air benih lebih kurang 7 %, dan suhu penyimpanan berkisar antara 16 – 20 derajat celsius, dengan tingkat kelembapan 50 %.

Nah pemirsa cukup mudah bukan cara proses pembuatan benih cabe yang baik ini, jika pertanaman cabe anda berproduksi dengan baik, dan ingin menjadikannya benih untuk penanaman berikutnya, silahkan ikuti cara diatas, selamat mencoba, semoga sukses, salam.

0 comments