Potensi Daun Kering untuk Biogas

biogas plant
Setiap detik daun-daun kering dari berbagai pohon dan tanaman berguguran di muka bumi, mulai dari rimba lebat nan gelap gulita, di hamparan ladang petani, di pemukiman rumah-rumah penduduk, hingga di taman-taman kota metropolitan.

Daun gugur dan memberikan manfaat yang baik untuk kehidupan alam semesta, selain bermanfaat sebagai pelengkap unsur hara pada saat pelapukan daun, ternyata daun juga bermanfaat untuk mengantisipasi kebijakan pencabutan subsidi BBM dan Gas, bagaimana caranya? Berikut kita bahas potensi daun menjadi biogas sebagai penyelamat bagi 245,9 juta jiwa rakyat Indonesia yang sebagian besarnya merupakan rakyat miskin, dari kemalangan dicabutnya subsidi BBM dan Gas.

Biogas merupakan suatu gas yang dihasilkan melalui pembusukan bahan organik yang dilakukan oleh bakteri anaerob, seperti bakteri Pseudomonas, Flavobacterium, Methanobacterium, Jika ditinjau dari komposisi dan cara pembuatan, biogas terdiri dari campuran metana (50-75%), CO2 (25-45%), serta sejumlah kecil H2, N2, dan H2S yang dihasilkan dari proses fermentasi, prosesnya berlangsung dalam ruanag kedap udara.

Daun yang sudah menjadi sampah merupakan salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan biogas, dengan cara pembusukan sampah daun berpeluang menjadi biogas, jika sudah menjadi biogas maka energy tersebut tersebut dapat juga dikonversikan menjadi kalor, energy listrik dan lain sebagainya, pada prinsipnya pemanfaatan daun ini adalah merubah senyawa organic menjadi senyawa metana.

Pembuatan biogas dengan menggunakan daun kering akan lebih baik hasilnya jika dicampurkan dengan sampah organic lainnya, seperti limbah rumah tangga, kotoran ternak, dan kotoran manusia, untuk menciptakan biogas maka perbandingan bahan yang dicampur adalah 42 % dari sampah organic dan 27 % sampah sisa makanan.

Proses pembuatan biogas sederhana skala rumah tangga, sebagai berikut .

skema sederhana pembuatan biogas untuk skala rumah tangga
(skema sederhana pembuatan biogas untuk skala rumah tangga)


1. Buatlah sebuah reactor dari bahan plastic, dua buah (satu untuk reactor satu lagi untuk penampung gas), kemudian siapkan slang dan klepnya, lalu sipakan kompor gasnya.

2. Buatlah campuran sampah organic dengan air dengan perbandingan 1 : 1

3. Masukkan bahan biogas kedalam reactor, melalui tempat pengisian sebanyak 2000 liter, selanjutnya didalam reactor tersebut akan berlangsung proses produksi biogas.

4. Setelah sepuluh hari plastic reactor dan penampung biogas sudah kelihatan menggembung dan mengeras, itu pertanda biogas sudah jadi, biogas sudah bisa digunakan untuk bahan bakar.

5. Sesekali plastic reaktro biogas di goyang-goyang supaya terjadi penguraian yang sempurna, dan gas yang terbentuk dibagian bawah akan naik keatas, lakukan juga pada setiap pengisian reactor.

6. Pengisian bahan biogas selanjutnya dapat dilakukan setiap hari, dengan memasukkan lebih kurang 40 liter setiap pagi dan sore hari, sisa pengolahan biogas berupa sludge secara otomatis akan keluar setiap kali dilakukan pengisian bahan biogas, sisa hasil pengolahan biogas tersebut dapat pula langsung dijadikan pupuk organic, baik dalam keadaan basah maupun kering.

Jika serius memanfaatkan sampah, maka kita tidak perlu lagi merasa ketergantungan terhadap Gas LPG yang harganya ditentukan sesuka hati si kapitalis.

Pada pembahasan artikel berikutnya kita usahakan membahas tentang menjadikan biogas untuk penerangan listrik, selamat mencoba.

Salam hijau …

Sumber : Wikipedia, Heru Setyo Cahyono (UNM), P3L Dharmasraya.

0 comments