Aneka Tanaman Hias Jenis Pakis dan Palem-Paleman

Tanaman Pakis selain dapat dikonsumsi ada juga yang dijadikan sebagai tanaman hias, demikian juga dengan tanaman palem-paleman. Berikut beberapa diantaranya.

1. Pakis Haji (Cycas rumphii Miq)
Penamaan tanaman hias yang ini berbeda-beda sesuai dengan daerah tempatnya tumbuh. Jika di daerah Batak disebut tandiang, di Lampung disebut paku hajok, di Bali disebut paku amputu dan di Ternate disebut sibu-sibu. Pakis haji dapat tumbuh baik di dataran rendah pada ketinggian 0,5 sampai 100 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini menyukai tempat terbuka dan banyak mendapat sinar matahari. 

Tingginya dapat mencapai sekitar 6 meter. Bentuk dan susunan daunnya mirip pohon kelapa, tetapi lebih ramping dan lebih indah. Pucuk-pucuk daun mekar secara bersamaan. Jika baru mekar daun muda ini dapat dikonsumsi dengan cara dimasak bening. Tandan bunga pakis haji terdiri dari kelompok bunga jantan dan kelompok bunga betina. Bunganya berwarna kuning muda. Panjang buahnya sekitar 4 sampai 6 cm, dengan lebar 3 sampai 5 cm. Bijinya berbentuk bulat lonjong berwarna jingga kecoklatan. Perbanyakan pakis haji dilakukan dengan menggunakan anakan yang muncul dari pangkal batangnya.

menanam-tanaman
Gambar: Pakis Haji (Cycas rumphii Miq)
(Sumber foto : www.bimbingan.org)

2. Palem Waregu (Rhapis excelsa (Thumb.) Henry ex Rehdes)
Palem waregu berasal dari Vietnam dan Cina Selatan. Akan tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai pada ketinggian 1400 m di atas permukaan laut. Tanaman ini termasuk tanaman yang tahan lindungan karena itu sering ditanm dalam pot dan diletakkan di dalam rumah. Pemeliharan tanaman ini tidak susah. Jika telah tua daunnya tidak rontok melainkan tetap melekat dan layu di batangnya.

Tanaman ini membentuk rumpun, batangnya tumbuh lurus dengan tingi dapat mencapi 2 sampai 3 m. Daunnya berbentuk jari, bergaris tengah 50 sampai 60 cm. Tulang-tulang daunnya kuat. Bunga palem waregu tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan dengan ukuran yang kecil dan berwarna putih. Secara alamiah, palem ini diperbanyak dengan biji atau anakannya.

menanam-tanaman
Gambar: Palem Waregu (Rhapis excelsa (Thumb.) Henry ex Rehdes)
(Sumber foto: blog.daum.net)


3. Palem Botol (Mascarena lagenicaulis)
Tumbuhan yang batangnya mirip botol ini diduga berasal dari Mauritius, Afrika, di Indonesia baru dikenal pada tahun 1970, yang pada saat itu didatangkan dari Bangkok. Tanaman ini dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah sampai pada ketinggian sekitar 500 m di atas permukaan laut.

Palem botol berbatang tunggal. Batang bagian tengahnya dan pelepah daunnya yang berbentuk seludang berwarna gak kekuning-kuningan. Daunnya bersirip, agak melengkung dan anak-anak daunnya agak kaku. Palem botol cocok dijadikan sebagai hiasan halaman rumah atau pun taman baik ditanam sendiri maupun ditata dengan tanaman lain. Ada satu lagi jenis palem botol yang sangat digemari sekarang ini, yaitu yang memiliki batang bagian tengah dan pelepah daunnya berwarna kemerah-merahan, atau biasa juga disebut palem botol merah. Perbanyakan palem botol ini dilakukan dengan menggunakan bijinya.

menanam-tanaman
Gambar: Palem Botol (Mascarena lagenicaulis)
(Sumber foto: istianggana.com)

4. Pisang Hias (Heliconia collinsiana R.F. Griggs)
Pisang hias yang banyak tumbuh liar di daerah Amerika Selatan ini, tumbuh merunpun dengan ketinggian pohon mencapai sekitar 3 m. Pisang hias ini memiliki batang dan daun yang lebih pendek dan ramping jika dibandingkan dengan jenis pisang buah.

menanam-tanaman
Gambar: Pisang Hias (Heliconia collinsiana R.F. Griggs)
(Sumber foto: indonesiarayanews.com)
Bunga pisang hias tersusun dalam bentuk tandan yang menjuntai dengan panjang sekitar 30 cm. Masing-masing bunga berbentuk burung, berwarna merah dengan tangkai yang berlapis tepung seperti pupur. Sekarang pisang hias telah memiliki banyak varietas dengan berbagai warna sehingga lebih indah. Biasanya tanaman ini ditanam sebagai pagar atau sebagai penghias sudut taman. Perbanyakannya dapat dilakukan dengan memisahkan anakan-anakannya yang tumbuh di bagian bawah dekat batang induk.



0 comments