Aneka Tanaman Hias di Indonesia

Berbagai macam tanaman hias seperti Begonia, Bunga mentega, Bugenvil, Bungur, dan Bungur jepang, telah di budidayakan di Indonesia yang terkenal subur ini.
Tidak sedikit pula tanaman hias tersebut yang dibudidayakan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat menjadi komoditi ekspor non migas, dengan demikian juga menghasilkan devisa untuk negara Indonesia. Berikut ini akan kita bahas aneka tanaman hias yang kebanyakan dibudidayakan

Jenis tanaman hias :

1. Begonia (Begonia Glabra Ruiz et Pav)
Tanaman hias yang cukup cantik ini di daerah priangan jawa Barat disebut Bihun,tanaman hias ini berasal dari peru, amerika selatan, tidak diketahui secara jelas bagaimana penyebaran tanaman ini ke Indonesia, tanaman jenis ini dapat tumbuh baik di daerah pegunungan pada ketinggian 500 Mdpl, namun dengan pemeliharaan khusus dapat pula tumbuh subur di daerah dataran rendah.
Pertumbuhan Begonia tergolong lambat, batangnya lunak serta berair, dedaunnya berbentuk jantung yang tidak simetris, permukaan daun berwarna hijau sedangkan bagian bawahnya berwarna perak keputihan, bunganya bergerombol, bergaris tengah sekitar dua centimeter, bunga Begonia berwarna merah muda, Begonia termasuk tanaman hias yang cukup digemari karena bunganya cukup indah, tanaman ini termasuk tanaman ditempat teduh dan umumnya diperbanyak dengan cara stek ataupun dengan menanam tunasnya.

menanam-tanaman
Gambar: Bunga Begonia
(Sumber foto: www.bradsbegoniaworld.com)
2. Bunga Mentega (Nerium odorum Mill)
Bunga mentega diketahui berasal dari daratan Asia dan Jepang, kemudian menyebar keseluruh pelosok Asia tenggara, tanaman ini akan tumbuh baik didaerah dataran rendah sampai daerah pegunungan dengan ketinggian 1350 Mdpl.
Tanaman hias Bunga mentega termasuk jenis tanaman perdu, hidupnya merumpun, dan tingginya dapat mencapai sekitar enam meter, batang tanaman ini kecil teta[i dapat bercabang banyak.
daun Bunga mentega berbentuk lanset dan kaku, bunganya berbentuk corong, bergerombol dan umumnya muncul diujung batang, warnanya ada yang merah, putih dan ada pula yang merah muda, baunya langu, tidak sedap, sementara itu buahnya mirip buah polong.
Di dataran rendah tanaman hias jenis ini dapat tumbuh dengan subur dan sangat rajin berbunga, sayang warna bunganya agak pucat dibanding dengan Bunga mentega yang ditanam di daerah pegunungan, sekarang tanaman ini sudah banyak ditanam berbagai varietas yang dapat berbunga ganda dan dapat berbunga sepanjang tahun. Tanaman hias Bunga mentega dapat diperbanyak dengan cara stek batang.
menanam-tanaman
Gambar: Bunga Mentega
(Sumber foto: es-uzwah.blogspot.com)
3. Bugenvil (Bougenvillea glabra Chois)
Bunga jenis ini negeri asalnya ialah amerika selatan, sekarang telah tersebar ke daerah-daerah tropika lainnya, termasuk negeri kita, di Indonesia tanaman hias yang bunganyta indah ini diperkenalkan pertama kalinya sekitar tahun 1961.
Bungenvil dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga dataran tinggi, dengan ketinggian berkisar 1200 Mdpl, ditanah yang subur dan gembur terkadang daun bugenvil menjadi kelewat subur, akibatnya bunganya sedikit, sedangkan di tanah yang kering dan miskin bugenvil lebih banyak bunganya.
Bunga Bugenvil tergolong tanaman perdu tahunan, batangnya kecil banyak bercabang, mengayu dan tingginya bisa mencapai lima sampai limabelas meter, bunga tanaman ini berbentuk tabung, berukuran kecil panjangnya sekitar dua sentimeter berwarna putih, bagian yang berwarna-warni dan menarik dari tanaman hias ini ialah penumpu bunga, berfungsi sebagai perhiasan bunga, penumpu bunga ini ada yang berwarna ungu, merah tua, merah muda, putih, krem, dan sebagainya. Perbanyakan tanaman ini dilakukan dengan stek batang atau pencangkokan.
menanam-tanaman
Gambar: Bunga Bougenville
(Sumber foto: jualbungabougenville.blogspot.com)
4. Bungur (Lagerstroemia flos-reginae Retz)
Bungur memiliki tajuk dan bentuk bunga serta warna yang indah, umumnya berwarna ungu terang. Tanaman ini tumbuh liar di India, Burma, Srilanka, Cina bagian selatan dan Australia bagian utara. Batang kayunya yang berdaya tahan tinggi terhadap air laut menjadikan kayunya sangat baik untuk dibuat perahu.
Bungur dapat tumbuh subur  di daerah dengan ketinggian tempatnya di bawah 800 meter dari permukaan laut. Bungur merupakan tanaman hias menahun yang dapat tumbuh dengan cepat. Batangnya dapat mencapai ketinggian sampai 45 meter. MEmiliki daun dengan bentuk bulat telur dengan ujungnya yang runcing.
Bunganya tersusun berbentuk tandan, panjangnya kurang lebih 55 cm. Daun mahkotanya mengeriting, berwarna ungu atau merah muda, kadang-kadang ada juga yang berwarna merah keputih-putihan.
Tanaman ini diperbanyak dengan menggunakan bijinya, atau dapat juga diperbanyak dengan cara dicangkok. Tanaman bungur ini memiliki waktu berbunga yang tidak  teratur, masing-masing pohon akan berbunga pada saat yang tidak sama.
menanam-tanaman
Gambar: Bunga Bungur
(Sumber foto: id.swewe.net)
5. Bungur Jepang (Lagerstroe mia indica L)
Hampir mirip dengan bunga bungur tetapi memiliki tinggi batang yang lebih kecil daripada bungur karena itu tanaman biasa juga disebut bungur kecil. Disebut Bungur Jepang karena berasal dari Jepang dan Cina.

Tanaman bungur jepang ini umunya dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian tempatnya 700 meter di atas permukaan laut. Bungur jepang termasuk dalam tanaman perdu. Batangnya berkayu dengan ketinggian batang dapat mencapai 3 sampai 4 meter. Memiliki cabang yang banyak, dimana cabang tersebut muncul dari bagian ujung yang meruncing.

Bunga tanaman ini tersusun dalam bentuk tandan yang panjangnya mencapai 15 sampai 20 cm. Bunganya kecil, bergerombol, berwarna lembayung, merah muda, dan juga putih. Pinggiran mahkota bunganya berlekuk-lekuk indah seperti renda. Permukaan tangkai bunganya ada yang berbulu tetapi ada juga yang licin. Perlu dilakukan pemangkasan pada batang bungur jepang yang sudah agak tinggi untuk merangsang pertumbuhan bunga yang lebih banyak. Perbanyakan tanaman bungur jepang ini dilakukan dengan menggunakan stek batang atau pun dengan cara dicangkok.

menanam-tanaman
Gambar: Bunga Bungur Jepang
(Sumber foto: imelda.coutrier.com)






0 comments