Tahap awal mengenal aneka penyakit pada tanaman

#Tahap awal mengenal aneka penyakit pada tanaman

Kalau sudah berbicara soal penyakit tanaman, sudah barangkali anda membayangkan suatu kerusakan yang tampak pada bagian tanaman, baik itu kerusakan yang bisa dilihat maupun kerusakan yang tidak terlihat (di dalam sel).

Tanaman pada umumnya kita katakan sakit manakala terlihat gejala, terlihat dengan mata telanjang, misalkan cabe, ketika terdapat busuk pada bagian buahnya, maka jelas kita akan mengatakannya kalau ia terserang penyakit.

Namun penyakit pada tanaman tidak sama penanganannya dengan penyakit yang ada pada tubuh hewan dan manusia, kita dan hewan ketika terjadi kerusakan pada salah satu jaringan sel tubuh, maka dengan berbagai cara kita akan mengobatinya, dan ketika beruntung perlahan keadaan tubuh mulai membaik, namun tidak demikian halnya dengan tanaman.

Tanaman yang terlihat gejala pada permukaan daun dan jelas-jelas kita mengatakan ia sakit, ketika diobati maka belum tentu bagian yang terserang itu akan pulih kembali, satu-satunya hal yang bisa membuktikan kepada mata telanjang kita adalah ketika tumbuh tunas baru pada tanaman tersebut, misalkan cabe.

Karena gejala penyakit itu beragam terlihat pada tanaman, maka sesungguhnya penyebab tanaman sakit itu juga beragam, seperti disebabkan oleh mahluk hidup lainnya.

Penyakit tanaman sebenarnya, disebabkan oleh tiga kelompok organisme (jasad) yaitu jamur, bakteri, dan virus serta organisme sebangsanya seperti mikoplasma. Keadaan lain dapat dikira penyakit; biasanya merupakan gangguan-gangguan terhadap metabolisme tanaman yang disebabkan oleh keadaan tanah yang merugikan, kelebihan atau kekurangan berbagai unsur hara, herbisida, panas dan dingin dan berbagai faktor lainnya. kadang-kadang kerusakan karena serangga dapat juga dikira penyakit.

Penyakit Jamur

Fungi atau jamur adalah tumbuhan sederhana (primitif) yang sangat kecil yang tidak memiliki klorofil untuk mengolah makanan dan karena itu harus memparasit tumbuhan lain atau hidup pada bahan mati. Kebanyakan jamur parasit menghabiskan sebagian waktu hidupnya dalam jaringan hidup inangnya dan sebagian dalam bahan mati (parasit fakultatif), sedangkan yang lainnya hanya dapat bertahan dalam jaringan hidup (parasit obligat).

Ada ribuan spesies jamur, dengan bentuk berbeda yang tak terbilang jumlahnya. Kebanyakan terdiri atas benang-benang halus (hifa) yang tumbuh di atas atau di dalam jaringan inang. Kadang-kadang hifa ini berkelompok membentuk cendawan, cendawan payung dan badan buah lain. Pembiakan terjadi dengan spora-spora kecil, yang bentuk dan ukurannya berbeda dan digunakan sebagai sarana untuk mengenali (mengidentifikasi) jamurnya.

Kebanyakan penyakit sayuran disebabkan oleh jamur yang dapat mempengaruhi semua bagian tanaman.

Penyakit Bakteri

Beberapa penyakit sayuran yang merusak disebabkan oleh bakteri yang merupakan mikroorganisme jasad renik bersel tunggal yang sangat kecil terbagi dalam tiga kelompok dasar: Basil (berbentuk batang),  Kokus (bulat) dan Spirilia (spiral). Kebanyakan dari 200 penyakit bakteri tanaman disebabkan oleh basil. Bakteri tidak dapat langsung masuk ke dalam jaringan tanaman seperti jamur, tetapi hanya dapat masuk melalui luka-luka atau stomata.

Identifikasi bakteri merupakan proses yang rumit, tetapi pada banyak penyakit sayuran gejalanya cukup khas, seperti pada penyakit layu tomat dan kentang, busuk lunak pada kubis dan wortel serta penyakit lainnya pada tanaman berumbi, dan beberapa penyakit bercak daun pada kerabat legum (kacang-kacangan). Contohnya dapat dilihat pada gambar berikut.

Kompas Musafir
(Sumber foto : planthospital.blogspot.com)

Penyakit Virus
Virus merupakan organisme terkecil dan tidak dapat dilihat di bawah mikroskop biasa. Untuk kebutuhan praktis, mereka dapat dikenali hanya melalui gejala-gejala yang ditimbulkannya dan kenyataan bahwa penyakit ini dapat ditularkan kepada tanaman sehat secara mekanis atau melalui suatu vektor khusus seperti serangga. Hal menyebabkan identifikasi virus secara umum, merupakan hal yang sulit bagi petani sayuran, karena gejala-gejala kekurangan (defisiensi) atau kerusakan karena herbisida dapat menyerupai gejala-gejala virus.

0 comments