Ragam Gejala Penyakit Tanaman

"Seringkali disangka jika jamur menyebabkan bercak daun, bakteri menyebabkan layu dan busuk, dan virus merusak (merubah) bentuk dan memburikkan (bercak) tanaman. Ini merupakan pemberlakuan umum yang kurang cermat, tetapi ini menyimpulkan tipe-tipe utama gejala, meskipun masih ada pembagian yang lebih lanjut dalam ketiga kelas ini. Pembeda yang paling penting dari ketiga gejala ini adalah  gejala primer dan sekunder. Gejala primer, terjadi pada titik serangan, sedangkan gejala-gejala sekunder berikutnya adalah dibagian lain, seringkali bagian distal tanaman. Sebagai contoh pada penyakit layu bakteri pada tomat atau kentang, titik infeksi (gejala primer) biasanya pada atau di bawah permukaan tanah, sedangkan kelayuan bagian-bagian di atas tanah dan kematian batang yang mengikuti gejala sekunder".

Bercak Daun dan Pembusukan
Seringkali ini menjadi ciri khusus untuk suatu penyakit tertentu, tetapi bercak dapat sangat bervariasi dalam ukuran, bentuk dan warna, bahkan untuk penyakit yang sama, bercak dapat bulat, persegi atau lonjong bentuknya dan berwarna apa saja mulai dari putih sampai hitam, yang dapat juga berubah menurut umur. Bercak-bercak ini dapat seragam dengan warna yang berbeda-beda. Seringkali bagian tengahnya tenggelam (drop out), memberi kenampakan seperti lubang tembakan.

Busuk lunak umumnya disebabkan oleh bakteri, biasanya Erwinia spp., yang masuk melalui luka yang disebabkan oleh berbagai cara seperti kerusakan mekanis, percikan tanah atau serangga. Biasanya disertai bau busuk, penyakit busuk lunak dapat menyebabkan kerugian besar pada sayuran berjaringan lunak dan pada tanaman umbi.

Kelayuan
Layunya tanaman merupakan akibat dari pasokan air yang tidak mencukupi. Dalam banyak hal jamur atau bakteri yang terbawa oleh air tanah  merupakan penyebab kelayuan, seperti pada penyakit layu fusarium dan penyakit layu bakteri (Pseudomonas solanacearum) pada tomat, berbagai jamur penginfeksi akar.

Jamur dapat menampakkan diri melalui luka yang terdapat pada bagian luar batang pada tingkat leher akar atau pada akar. Bakteri dalam jaringan tanaman seringkali terdapat dalam jumla besar dan dapat terlihat sebagai selaput seperti lendir, biasanya berwarna kuning atau krem, seperti pada layu bakteri dari tomat cabai dan kentang.

Jika menghadapi kelayuan, sistem perakaran harus diamati secara seksama, dapat ditemukan bahwa kerusakan mekanis telah terjadi, penyebabnya mungkin karena pengolahan tanah, atau oleh kegiatan serangga dan nematoda yang memberi kesempatan masuknya jamur atau bakteri.

Distorsi (Keritting) dan Keburikan (Mosaic)

Distorsi timbul karena berhentinya pertumbuhan atau pertumbuhan melampaui bagian-bagian tanaman, mengakibatkan bentuk-bentuk aneh, sedangkan kehilangan klorofil menyebabkan berbagai keburikan dan efek klorotik. Virus umumnya penyebab gejala-gejala tersebut pada bagian-bagian tanaman, seperti pada penyakit virus Rosset pada kacang tanah, penyakit keriting dan mosaic pada tomat, penyakit mosaic pada kacang panjang dan cucurbita, bisa juga penyakit daun keriting pada kerabat cabai lainnya (Terong).


Pertumbuhan menyimpang lainnya adalah, berbagai Gall, Skeb, dan kanker yang melibatkan jamur, bakteri atau virus, contohnya : Penyakit bengkak akar (Clubroot)

menanam tanaman

0 comments