Cara Penyebaran Penyakit Tanaman

Banyak perantara menyebabkan tersebarnya penyakit dan lebih dari satu perantara dapat terlibat dalam daur hidup suatu patogen. Perantara penyebaran yang umum adalah arus udara, angin, percikan hujan atau air yang mengalir (penting untuk Phycomycetes terbawa tanah seperti Phythium dan Phytophthora), serangga dan mamalia, dan tidak sedikit manusia sendiri, biasanya karena ketidaktahuan atau penggunaan benih terinfeksi. Berikut beberapa cara penyebaran penyakit tanaman.

Penyakit Terbawa Benih
Jamur, bakteri dan virus, semuanya dapat ditularkan lewat benih. Jamur dan bakteri dapat ditemukan baik di dalam maupun di luar kulit biji. Jika infeksinya di dalam benih, prosedur pengendaliannya menjadi lebih rumit. Akan tetapi, sekarang terdapat banyak fungisida sistemik yang dapat memusnahkan jamur patogen yang terdapat dalam benih.

Penyakit Terbawa Tanah
Banyak petogen tanaman yang tetap tinggal di dalam tanah sebagai bahaya potensial walaupun tanaman telah dipanen. Terdapat dua kelompok besar yaitu: yang dapat hidup pada bahan organik mati dan yang mempunyai  spora atau sklerotia istirahat (badan istirahat yang liat dan keras). Kelompok yang pertama biasanya lebih mudah dimusnahkan karena hanya perlu menghilangkan tanaman inangnya untuk suatu jangka waktu yang cukuppanjang untuk memastikan kematiannya. Oleh karena itu, diperlukan suatu pergiliran tanaman. Misalnya, jika telah menanam tanaman dari famili Solanaceae maka untuk selanjutnya pilih tanaman dari famili yang berbeda.

Penyakit Terbawa Udara dan Air
Kebanyakan penyakit jamur yang terdapat pada bagian tanaman diatas tanah, dipencarkan oleh udara atau percikan air, tetapi air mengalir dapat juga menyebarkan beberapa penyakit terbawa tanah secara cepat, misalnya setelah hujan badai tropika yang lebat.Secara normal penyakit terbawa tanah menyebar jauh lebih lambat daripada patogen terbawa udara, untungnya penyakit terbawa udara lebih mudah dikendalikan dengan bahan-bahan kimia. Penyakit terbawa udara misalnya embun tepung dan karat.

Vektor Hidup
Penyakit virus dapat disebarkan oleh berbagai kelompok serangga dengan kebiasaan cara makan menusuk dan menghisap. Ini mencakup kepik (Aphidas), lalat putih, wereng (Jassidae), belalang (Cicadellidae) dan kutu putih (mealy bugs). Nematoda sekarang diketahui dapat juga menularkan beberapa virus..

Manusia sendiri merupakan penyebar potensial dari penyakit,  secara internasional melalui pertukaran plasma nutfah dan secara lokal melalui perbuatan ramah dari milik sendiri yang seringkali terkena penyakit. Contohnya seorang perokok tembakau yang diproses di benua lain yang menularkan virus mosaik tembakau pada pertanaman tomatnya di dalam rumah kaca. Penyakit dapat juga ditularkan melalui peralatan dan perkakas pertanian. Tidak ada salahnya untuk mencuci dan mensterilkannya setelah bekerja seharian penuh, terutama jika peralatan tersebut digunakan bersama tetangga.

menanam-tanaman
(penyakit karat daun)

0 comments