Penyakit Tanaman Yang Menyebabkan Kelangkaan Pangan Dunia

Kehilangan hasil tanaman sebagai penyebab primer kelangkaan pangan hingga sekarang masih terus terjadi, baik di negara maju negara berkembang maupun negara miskin, Scheffer salah seorang pengamat pertanian di eropha, kehilangan hasil pertanian yang melanda hampir diseluruh negara-negara di eropha pada tahun 1830 disebabkan oleh pathogen "Phytopthora investans".

(Ilustrasi)
Kehilangan hasil pertanian pada masa tesebut bedampak kelaparan yang menyengsarakan jutaan penduduk miskin, diperkirakan epidemi tersebut mengakibatkan tebunuhnya sekitar satu juta penduduk Irlandia, ratusan ribu lagi kematian di Belanda, korban di Irlandia sedemikian banyaknya sehingga pemerintah setempat memaksa sebagian penduduknya meninggalkan kampung halaman mereka dan pindah ke Amerika Utara.

Patogen penyebab penyakit pada kentang ini, diperkirakan datang dari Peru, dibawa oleh pedagang ke Belgia, penyakit yang mengakibatkan kesengsaraan pangan di Eropha ini pertama kali dideteksi pada bulan juli tahun 1845, dan dengan cepat merambah ke seluruh eropha, menjelang pertengahan agustus penyakit ini telah masuk ke inggris dan prancis, menjelang pertengahan september telah sampai di jerman, denmark dan menjelang pertengahan oktober di skandinavia, austria dan itali, pada mulanya para pakar pertanian tidak ada yang sepakat tentang penyebab epidemi yang menyengsarakan ini, baru pada tahun 1861 Anton de Bary seorang ahli biologi jerman memberikan bukti konklusif tentang peran sejenis jamur yang dinamakan dengan "Phytopthora infestans", yang artinya perusak tanaman.

Penyakit busuk daun kentang ini juga pernah mewarisi kisah sedih di jerman sekitar tahun 1916-1918, sewaktu perang dunia I masih berkecamuk, dimana cuaca selama musim tanam tahun 1916 hampir sama dengan keadaan di irlandia tahun 1845, yaitu hujan disertai suhu yang rendah, pada tahun-tahun sebelumnya penyakit ini dapat diatasi dengan bubur "Bordo", sejenis Fungisida dengan bahan dasarnya dari tembaga.

Akan tetapi pada waktu itu perang masih berkecamuk dan tembaga juga sangat diperlukan oleh pihak militer untuk membuat selonsong peluru, kawat berduri, dan kancing baju, sehingga pihak militer memborong logam tersebut, akibatnya tentu saja wabah penyakit kentang tidak bisa diatasi, sehingga rakyat - termasuk keluarga militer - banyak mati kelaparan, malapetaka itulah yang menjadi salah satu penyebab kekalahan jerman dalam perang tersebut.

Kisah kelaparan akibat kelangkaan pangan berikutnya juga terjadi di Benggala (india) pada perang dunia II, sebagai akibat kegagalan panen padi, cuaca di benggala pada tahun 1942 sangat banyak hujan dan berawan, sehingga sangat cocok bagi perkembangan jamur "Helminthosporium oryzae", tanaman padi tidak sanggup bertahan dari serangan jamur ini, akibatnya gagal panen, pada saat yang bersamaan tentara pendudukan jepang melarang Impor beras dari Myanmar ke India, diperkirakan dua juta penduduk mati kelaparan selama tahun 1943.

0 comments