Membuat Percobaan-percobaan Pemupukan Untuk Usaha Tani Sayuran


Identifikasi kekurangan (kekahatan) / deficiency unsur hara
Usaha membuat hasil pertanian yang baik selalu penting dilakukan, tidak hanya dengan mengandalkan bibit unggul, namun juga proses pemupukan.
 Percobaan-percobaan Pemupukan Untuk Usaha Tani Sayuran
pH tanah mempunyai pengaruh yang nyata
dan berbeda terhadap ketersediaan unsur
hara yang perlu untuk tanaman.

Karena itu salah satu yang dilakukan oleh banyak mahasiswa peneliti, adalah dengan melakukan percobaan pemupukan, dengan demikian akan diketahui ketersediaan unsur hara sutu areal pertanaman, berikut ini kita coba ulas tentang uji coba kecil pemupukan untuk berbagai jenis pupuk, silahkan dicermati.

Untuk pertumbuhan yang sehat, tanaman memerlukan tiga kelas unsur hara dalam jumlah yang cukup. yang diperlukan dalam jumlah relatif besar dinamakan unsur hara makro, lainnya digunakan dalam jumlah yang lebih sedikit dan ini dinamakan unsur hara minor dan unsur hara mikro. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut:
unsur hara makro : Nitrogen (N), Fosfor (F), Kalium (K)
unsur hara minor : Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Sulfur (S)
unsur hara mikro : Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Molibdenum (Mo), Klor (Cl).


Dalam kondisi alami kebanyakan tanah akan memasok semua unsur hara ini, tetapi tanah-tanah terusik dan tanah alami tertentu dapat menjadi kahat dalam salah satu atau lebih unsur tersebut. Sebagai contoh, daerah pantai Papua yang luas menunjukkan kekahatan sulfur yang jelas, sedangkan kekahatan seng sangat lazim terjadi diseluruh daerah tropika dan subtropika dunia. Keduanya, kekahatan sulfur dan seng terjadi pada tanah gambut organik dan tanah berkapur yang kadang-kadang digunakan untuk bertanam sayuran, kemasaman tanah sering berdaya pengaruh terhadap ketersediaan hara bagi tanaman.

Kekahatan unsur hara dapat dikenali dengan mudah dengan melakukan suatu percobaan pemupukan 'ketiadaan unsur' (minus element). Untuk melakukan percobaan ini tanah dari lahan pertanian (masing-masing sejumlah 2 kg) ditaruh dalam pot yang bersih atau kantong plastik yang dilubangi, dimana ditanam satu tanaman penguji (salah satu contohnya adalah jagung manis, karena gejala-gejala kekahatannya mudah dikenali dengan baik). Kekahatan Klor jarang terjadi, sehingga hanya dua belas perlakuan ketiadaan unsur yang akan diuji. (N, P, K, Mg, Ca, S, Fe, Mn, B, Zn, Cu, dan Mo). Selain perlakuan-perlakuan ini, dapat ditambahkan dua perlakuan lagi, yang merupakan kontrol: satu dengan semua unsur hara dan satu dengan tanah aslinya saja. Semua perlakuan perlu diulang dua atau tiga kali.

Daftar berikut menunjukkan bagaimana cara menyiapkan larutan-larutan hara tersebut, yang disiramkan setiap minggu dalam pot-pot percobaan (10cm pangkat 3). Bahan kimia dalam percobaan ini dapat diperoleh dalam setiap laboratorium universitas atau perusahaan pemasok, dan sedapat mungkin digunakan bahan kimia berkualitas baik (Analar). Untuk Nitrogen dapat digunakan urea biasa. Buatlah bahan berikut ini menjadi 10 liter:

urea 10 g
kalium sulfat 50 g
asam fosfor 20 cm pangkat 3
kalsium klorida 5 g
magnesium sulfat (garam Epson)  5 g 
boraks atau asam boron 0,5 g
besi (II) sulfat 0,5 g
mangan sulfat 0,5 g
seng sulfat 0,2 g
tembaga sulfat 0,2 g
amonium molibdat 0,05 g

Untuk pengujian 'ketiadaan unsur sulfur' harus digunakan larutan yang berbeda, yang dibuat sebagai berikut ( untuk volume 10 liter):

urea 100 g
kalium nitrat 50 g
asam fosfor pekat 20 cm pangkat 3
kalsium klorida atau nitrat 5 g
magnesium klorida atau nitrat 5 g
boraks atau asam boron 0,5 g
besi (III) klorida 0,5 g
mangan klorida 0,5 g
seng klorida 0,2 g
tembaga asetat 0,2 g
amonium molibdat 0,05 g

Pengaruh peniadaan berbagai unsur hara pada tanaman sayuran penguji dapat diamati dan dinilai dengan pemeriksaan jika percobaan di atas dilakukan.

Jika suatu larutan hara manapun secara konsisten menghasilkan pertumbuhan yang jelek dibandingkan dengan larutan lengkap, dapat disimpulkan bahwa unsur yang tidak terdapat dalam larutan berada dalam jumlah yang kurang di dalam tanah, dan tindakan tepat harus dilakukan untuk memasoknya dengan berbagai pupuk yang dianjurkan di atas. 

Suatu perlakuan lain dapat ditambahkan yaitu penyesuaian pH. Disini pH tanah disesuaikan menjadi 6,0, menggunakan natrium hidroksida. Ini akan memisahkan pengaruh unsur hara dan pengaruh pH dari kalsium.

bagi pembaca yang tertarik untuk melakukan uji coba sederhana ini, tidak ada salahnya menerapkan pada areal yang direncanakan untuk pertanaman, sekian pembahasan kita kali ini, sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Salam ...