Panduan Mudah Pembiakan Vegetatif dan Penyambungan

Pembiakan Vegetatif dan Penyambungan (Okulasi)

Sayuran yang biasanya diperbanyak dengan cara vegetatif mencakup talas, jahe, ubi jalar, ubi kayu kentang dan tanaman lain yang ditanam dengan menggunakan umbi atau akar. Jenis-jenis talas ditanam dengan subangnya dan jahe dari potongan-potongan rimpang. Ubi jalar dan ubi kayu, keduanya ditanam dari potongan-potongan batang dan kentang umumnya dari potongan-potongan umbi (tuber). Semua sayuran ini ditanam langsung di tanah tanpa adanya taraf pesemaian.

Penyambungan

Penyambungan terutama digunakan untuk perbanyakan tomat dan cabai besar, biasanya tanaman yang digunakan sebagai batang bawah adalah terong atau cabai liar, yang tahan terhadap penyakit layu bakteri (Pseudomonas solanacearum). Kerabat terong, Solanum torvum, Solanum ferox, dan Solanum melongenae, umumnya sangat tahan terhadap layu bakteri di daerah dataran rendah atau strain. Cabe rawit yang telah beradapatasi dengan daerah setempat juga cukup tahan terhadap penyakit layu bakteri (meskipun tidak sepenuhnya demikian) dan ada kemungkinan untuk mengikutsertakan cabai besar yang disambungkan di dalam pergiliran tanaman setiap satu atau dua tahun pada kondisi lahan rendah (lowland).

Penyambungan merupakan pekerjaan yang gampang-gampang sulit untuk dilakukan, teapi jika dilakukan dengan hati-hati, maka tidak menutp kemungkinan tingkat keberhasilannya tinggi dan memberikan hasil yang banyak. Penyambungan memiliki peranan penting karena tomat dan cabai amat penting dalam pertanian sayuran serta dalam hal nilai gizi yang dikandungnya.

Batang bawah untuk penyambungan dapat dipelihara (ditanam) dalam kantong-kantong kertas bergaris tengah sekitar 8 cm dan tinggi 12 cm, atau pada polybag. Selama beberapa minggu pertama, tunas-tunas liar pada batang bawah harus dibuang, tetapi daun-daun pada batang utama harus dibiarkan untuk menyediakan fotosintat bagi pertumbuhan mata tunas batang atas atau scion.

Batang bawah harus disambung belah (cleft - grafted) pada waktu mencapai tinggi kira-kira 20 cm dan tebal 3-5 mm. Batang bawah dipotong kembali sampai ketinggian 10-15 cm dan batang atas yang dipotong seperti pasak (wqedge-cut); terdiri dari bagian pucuk (apikal) varietas yang dikehendaki disisipkan ke dalam celah vertikal dan tahan di tempat dengan penjepit pakaian yang ringan atau secarik kertas perekat. Daun-daun batang atas dikurangi (dipotong) untuk menghindari kehilangan air/lengas, dan sambungan diberi naungan diatasnya dalam kondisi yang basah selama satu minggu. Pertautan telah selesai/sempurna setelah kira-kira tujuh hari, sesudah itu batang atas mulai tumbuh cepat bila naungan disingkirkan. Tanaman sambungan dapat ditanam bila sudah tumbuh kuat. Karena pelaksanaan penyambungan meningkatkan biaya produksi bibit, sebaiknya dibiarkan bibit menjadi agak besar dan menanamnya agal lebih jarang dari biasanya untuk mendorong agar tanaman tumbuh baik. Lagipula bila tanaman-tanaman yang sangat kecil disambung, pertautannya akan sangat dekat dengan tanah dan akar-akar dapat terbentuk dari batang atas. 

Tanah disekitar tanaman sambungan harus diberi mulsa jerami untuk mencegah percikan tanah oleh air hujan dan irigasi pada bagian sambungan, yang memungkinkan masuknya patogen.

Pembiakan Vegetatif dan Penyambungan (Okulasi)
salah satu contoh sambung tomat dan terong
Menanam Setek

Bahan yang umumnya digunakan untuk setek adalah potongan batang dan umbi. Setek batang dapat lunak dan vegetatif, seperti setek ubi jalar, atau keras dan mengayu seperti setek ubi kayu. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah perlu untuk memotong sebagian besar daunnya untuk mengurangi kehilangan air sementara setek sedang membentuk akar. Untuk setek ubi jalar, potongan-potongan batang sepanjang kira-kira 30 cm ditanam kira-kira separohnya di dalam tanah. Setek dari ubi kayu mudah ditumbuhkan dan juga ditanam kir-kira setengahnya di bawah permukaan tanah.

Potongan-potongan umbi ditanam seluruhnya di bawah permukaan tanah sehingga tidak dijumpai masalah kehilangan air. Untuk potongan umbi masalah utamanya adalah hama dan penyakit tanaman, mencakup nematoda, busuk bakteri, dan berbagai penyakit tanaman lain, dan juga serangga.