Epidemi Penyakit dan Keseimbangan Alam

Menilai bentuk penyebaran penyakit tanaman yang disebabkan oleh berbagai hama pathogen, pada hakekatnya adalah untuk menjawab pertanyaan mengapa, bagaimana, dan berapa kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit, mulai dari proses pelukaan sel, perusakan jaringan, sampai dengan kehilangan hasil produksi suatu tanaman tersebut.

Kompas Musafir
(Gambar : Daun terserang penyakit)
Semua tujuan dan proses yang dilakukan untuk kegiatan tersebut sejatinya tidak pula kita harus melupakan, bahwa untuk semua usaha menumbuhkan tanaman agar berproduksi melimpah juga terdapat peranan keseimbangan alam.

Sering diasumsikan bahwa wabah penyakit jarang terjadi atau kurang parah pada populasi tanaman liar, atau pada ekosistem alamiah, dimana model pertanamannya tidak dirancang oleh manusia, atau disebut juga dengan liar, dibandingkan dengan tanaman yang dibudidayakan, dimana mulai dari pembukaan lahan dihatur sedemikian rupa sesuai keinginan.

Hal diatas disebabkan pada besarnya perbedaan mendasar antara komunitas tumbuhan liar dibanding tanaman pertanian (budidaya). Jika kita asumsikan tanaman cabai yang di tumbuhkan secara liar dibanding tanaman cabai yang ditanam sesuai kaidah keindahan budidaya, maka dalam kasus ini tanaman cabai yang ditumbuhkan secara liar akan lebih tahan dibanding tanaman cabai yang ditanam sesuai kaidah budidaya.

Berdasarkan asumsi tersebut jika dilihat dari sisi genetika dan dari struktur umur, populasi tanaman cabai liar lebih beragam, sehingga kerentanan individu cabai lebih beragam dan sangat bervariasi, populasi tanaman cabai liar juga cenderung bertebaran sebagai bagian komunitas tumbuhan campuran, akibatnya mengurangi kemungkikan penyakit menyebar. Hal seperti inilah yang mungkin kita kenal dengan keseimbangan alam.

Ketika saya renungkan lebih dalam, terkadang adakalanya kita harus mencoba melakukan penanaman tumbuhan budidaya, berdasarkan asas keseimbangan alam ini. bahkan akan sangat mungkin sekali ketika prinsip seperti ini dilakukan maka kelaparan yang melanda benua eropha pada tahun delapan puluhan tersebut tidak akan terjadi.

Pada banyak pengamatan sering kita jumpai nutrien yang diberikan sebagai pupuk pada tanaman budidaya, lebih banyak meningkatkan kerentanan tanaman, pada akhirnya yang terjadi tumbuhan komunitas alami mengalami koevolusi dengan patogen dalam jangka waktu yang panjang, sampai terciptanya keseimbangan hubungan, atau dalam istilah populernya keseimbangan alam, sementara itu pemuliaan dan penyebaran tanaman budidaya pada daerah baru malah merusak keseimbangan tersebut, dan kita cukup banyak membaca pelajaran yang seperti ini dari sejarah pertanian dunia terutama semenjak Green revolution. 

0 comments