Pupuk dan Tanaman

Pupuk dapat dikatakan merupakan makanan tambahan bagi tanaman, setelah menyerap unsur hara alami yang terdapat di dalam tanah. Dengan penggunaan pupuk, petani dapat mendapat hasil panen yang luar biasa besarnya, dari tahun ke tahun.

Tetapi keefektifan sebenarnya dari pupuk dalam meningkatkan hasil pertanian tergantung dari takaran, tipe dan metode aplikasinya. struktur tanah yang cukup juga merupakan sarana untuk memindahkan hara dalam pupuk ke dalam tanaman melalui akar.

Pupuk terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik.

Pupuk anorganik mengandung satu atau beberapa hara tanaman yang berbeda dengan pupuk organik, kebanyakan tersedia dalam bentuk terkonsentrasi dan mudah larut. Nilai pupuk anorganik tergantung dari kandungan hara murninya.

Disamping itu, hampir semua pupuk anorganik mengandung senyawa-senyawa sekunder seperti sulfat, klorida, kalsium dan unsur-unsur mikro yang sebagian juga menyokong pertumbuhan tanaman. Tergantung apakah pupuk anorganik itu mengandung hanya satu atau semua hara utama, mereka disebut sebagai pupuk tunggal atau pupuk majemuk.

PUPUK TUNGGAL

Pupuk tunggal merupakan pupuk yang terdiri hanya satu senyawa saja, contohnya nitrogen yang umum kita kenal adalah urea, pupuk fosfat dan pupuk kalium. Dalam kesempatan ini kita akan membahas lebih detail tentang pupuk yang mengandung nitrogen.


Pupuk Nitrogen ini, dibedakan ke dalam tiga golongan menurut bentuk mana nitrogen dikombinasikan didalamnya: 
1. pupuk nitrat, seperti natrium nitrat, kalsium nitrat, kalium nitrat;
2. pupuk amonium, seperti amonium sulfat, amonium klorida, amonium fosfat, anhidrus amonia (amonia nirair), larutan amonia;
3. pupuk amida, kalsium sianamida, urea – formaldehid; urea-z.

Juga terdapat beberapa pupuk yang mengandung nitrogen baik dalam bentuk ion nitrat maupun dalam bentuk ion amonium (amonium nitrat, kalsium amonium nitrat, amonium sulfat nitrat).

Pupuk Nitrat.    Sebagai konsekuensi mobilitasnya yang besar dan absorbsi oin nitrat yang cepat oleh tanaman, semua pupuk nitrat sangat cocok untuk memperbaiki kekurangan nitrogen. Meskipun demikian mereka mempunyai sifat garam yang membakar dan karena itu jangan diberikan lewat daun. Mereka juga mudah tercuci dari tanah. Pupuk nitrat hendaknya jangan digunakan dalam tanah tergenang air untuk sayuran karena nitrogen akan hilang oleh proses denitrifikasi dalam tanah (bakteri memecah nitrat menjadi nitrogen ketika mereka menggunakan oksigen dari NO3- untuk respirasi).

Pupuk amonium.   Ion amonium (NH4+) dijerap (diadsorpsi) oleh tanah (seperti ion kalium) dan dengan demikian terlindung dari pencucian. Oleh karena itu, pupuk amonium lebih lambat kerjanya dibanding pupuk nitrat. Tetapi dalam tanah yang kegiatan mikrobanya sangat aktif, ion amonium dapat dengan cepat diubah menjadi ion nitrat. 

Pupuk amonium yang paling penting adalah sulfat amonia, yang karena kesederhanaan cara pembuatan, sifat fisik yang baik dan harganya yang relatif murah, adalah salah satu pupuk nitrogen yang paling luas digunakan. Tetapi penggunaan amonium sulfat dalam takaran tinggi secara terus menerus dapat sedikit demi sedikit memasamkan tanah jika tidak diberikan kapur dalam jumlah yang cukup. Kadang-kadang kalsium amonium sulfat dapat mengatasi masalah ini.

Pupuk amida.    Urea, mengandung 46% nitrogen adalah pupuk nitrogen padat yang paling terkonsentrasi. Nitrogennya tidak dikombinasikan dengan zat anorganik apa pun. Urea tidak memiliki pengaruh memasamkan tanah seperti amonium sulfat. Karena daya larutnya yang besar dan mudahnya penyerapan lewat daun, seringkali urea dikombinasikan dengan fungisida atau insektisida dapat diberikan dalam bentuk semprotan hara pada daun. Urea yang digunakan untuk semprotan daun hendaknya rendah kandungan biuretnya.

Urea bereaksi cepat di dalam tanah untuk membentuk nitrat dan kelihatannya juga diserap langsung oleh akar tanaman (demikian juga oleh daun). Meskipun demikian, urea dapat cepat hilang ke atmosfir oleh kegiatan urease yang dihasilkan oleh bakteri dalam tanah, sehingga sementara ini merupakan bentuk termurah pupuk nitrogen, kehilangan nitrogennya pada aplikasi lewat tanah, biasanya lebih besar daripada pupuk-pupuk lain.


The urea cycle pupuk tanaman utama
The urea cycle (Photo credit: Wikipedia)