Cara Mudah Pembuatan Pupuk Organik Cair Untuk Buah

Add Comment
Banyak hal yang menarik dari perkembangan teknologi pemuliaan berbasis rakyat jelata di Group jejaring social facebook, salah satunya di Group Facebook “Surono Danu”, group yang beranggotakan 2.663 anggota ini (Diakses pada jumat/15/April /2016) terlihat antusias sekali mengupas berbagai persoalan pertanian, khususnya pertanian padi, group ini terkenal dengan merek produk padinya dengan merek sertani, ada berbagai ragamnya mulai dari sertani 1 sampai sertani 18, anda juga bisa mengikuti diskusi tentang berbagai persoalan pertanian di group ini, silahkan bergabung.

Karena resep membuat pupuk organic cair (POC) kita kali ini di ambil dari diskusi group tersebut, sebagai suatu langkah untuk turut berbagi pengetahuan kepada sesame petani di dunia, kami coba tayangkan resep pembuatan pupuk organic cair untuk buah ini, terima kasih yang mendalam sebelumnya kami sampaikan kepada akun facebook atas nama “Nur Ichsan Ichsan Icong”, atas kemurahan hati beliau turut membagi ilmu sederhananya untuk semua petani di dunia, mari kita simak berikut cara pembuatan Pupuk Organik Cair untuk Buah.

Bahan-bahan yang dipersiapkan untuk pembuatan POC buah

1. Pisang matang 2 buah

2. Kuning telur ayam 1 butir

3. 1 sachet madurasa

4. 1 kiter air kelapa

5. 1 liter air perasan kunyit

6. 1 botol yakult kecil

Cara pembuatan

Blender pisang, telur dan madu kemudian masukkan kedalam toples/drigen sekaligus campurkan dengan bahan-bahan lainnya seperti madurasa, air kelapa, air perasan kunyit dan yakult, setelah semua campuran dimasukkan kocok beberapa menit kemudian dibuka tutupnya, untuk mengeluarkan gas metan yang dihasilkannya, lakukan pengocokan berulang-ulang sampai semua campuran dirasa sudah merata, kemudian diamkan selama 1 hari (24 jam), dan paling bagus jika dilakukan pengendapannya selama satu minggu.

Kontrol proses pembuatan.


Sewaktu penyimpanan perhatikan proses fermentasinya, jika gas metan tinggi buka lagi tutup derigennya, kemudian tutup lagi.

Cara aplikasi.

Disemprotkan langsung ke buah, dengan dosis takaran 5 ml perliter air campuran.

Berikut ini foto penampakan untuk penggunaannya pada tanaman padi, yang diunggah oleh Nur Ichsan Ichsan Icong di Group Surono Danu.



Sumber : Nur Ichsan Ichsan Icong, diposting di group Facebook : Surono Danu

Cara Membudidayakan Pepaya California

1 Comment
Pepaya California sendiri merupakan jenis pepaya unggulan dengan umur genjah. Karena merupakan jenis genjah, pepaya California bisa dipanen dalam waktu singkat yaitu dapat dipanen ketika berumur 7 bulan. Karena masa panen yang cukup singkat jenis pepaya ini memiliki batang yang lebih pendek dibanding dengan jenis pepaya yang lain. Dari buah pepaya California memiliki ciri-ciri berukuran 0,8 – 2 kg/buah, berkulit tebal, berbentuk lonjong buah matang berwarna kuning, rasanya manis, daging buah kenyal dan tebal.

Dari segi produktifitas, pepaya California memiliki produktifitas yang cukup tinggi. Seperti yang sudah dijelaskan diatas masa panen bisa dilakukan ketika berumur 7 bulan – 9 bulan dengan umur produktifitas hingga 4 tahun. Panen pepaya California bisa dilakukan empat kali setiap bulannya. Dalam setiap panen bisa menghasilkan 10-20 buah pepaya setiap pohonnya. Jika anda membudidaya pepaya California dalam lahan 1 hektar, dalam sekali panen bisa menghasilkan 2 ton pepaya California.

[Baca juga - Cara membuat singkong tumbuh dengan banyak umbi]

Penyemaian Benih Pepaya California
Bibit pepaya california

Bibit pepaya California dihasilkan dari penyemaian biji. Bisa didapat dari buah pepaya California yang matang dipohon atau beli di toko pertanian. Berikut ini langkah-langkah menyemai benih pepaya California :

Biji yang akan digunakan untuk benih direndam dalam air selama semalam. Setelah semalaman cek benih, yang digunakan untuk benih adalah yang tenggelam.
Biji yang sudah dipilih diperam dalam kertas Koran/kain basah selama seminggu, untuk pemeliharaan cukup menjaga kelembapan Koran atau kain.
Benih yang sudah diperam selama 1 minggu sudah siap untuk disemai didalam polibag, komposisi media tanam yang digunakan adalah tanah halus dan kompos dengan perbandingan 2:1
Bibit siap ditanam di lahan budidaya ketika sudah berumur 1-1,5 bulan.

Penanaman Bibit Pepaya California

Sebelum melakukan penanaman bibit lahan terlebih dahulu dibersihkan dari rumput liar. Langkah selanjutnya buat lubang tanam dengan jarak antar tanaman 2,5 M x 2,5 M atau 2,5 M x 2,75 M. Populasi tanaman perhektar antara 1.450 hingga 1.600 pohon. Lubang dengan campuran tanah dan pupuk kandang.

Lubang yang sudah dibuat selanjutnya dialiri dengan air. Dan bibit bisa ditanam langsung ke lubang tanaman. Waktu yang paling tepat dalam menanam bibit pepaya California adalah diwaktu sore hari.
Pemeliharaan Tanaman Pepaya California

Langkah-langkah perawatan tidak jauh berbeda dengan tanaman lainnya. Hanya perlu dilakukan penyiraman, pemupukan dan penyulaman ketika ada bibit yang mati.

Untuk mendapatkan produktifitas yang maksimal pemupukan harus dilakukan baik dengan pupuk organik maupun pupuk non organik. Pemupukan dilakukan ketika penanaman dengan memberi pupuk kandang atau pupuk kompos dengan takaran 40kg/ tanaman. Pemupukan dilakukan kembali dengan menggunakan pupuk NPK setenah bibit berumur 2 minggu dengan takaran 200 gram/pohon. Pemupukan dilakukan kembali dengan pupuk kandang dan NPK per tiga bulan sekali dengan takaran 500 gr NPK/pohon + 40 kg pupuk kandang/pohon. Khusus setelah tanaman berbuah bisa ditambah pupuk KCI untuk meningkatkan ketahanan dan kemanisan buah.

[Baca juga - Nutrisi dalam sayuran]

Panen dan Pasca Panen Pepaya California

Masa panen pertama bisa dilakukan diumur antara 7-9 bulan. Buah pepaya California yang sudah dapat dipanen adalah yang sudah matang dengan tanda ada warna semburat kuning pada kulit buah. Untuk panen dilakukan dengan cara memotong tangkai buah, untuk periode tanam bisa dilakukan setiap 10 hari sekali.

Demikian langkah-langkah budidaya pepaya California komplit. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam melakukan usaha budidaya pepaya California. Salam Budidaya.
Tags: bibit pepaya california, budidaya pepaya, Budidaya Pepaya California, harga pepaya california, manfaat pepaya california, Pepaya California.



*Sumber : e-Petani

Cara Pembuatan Pestisida Ampuh Murah Meriah Dari Bawang putih (Allium sativum L)

Add Comment
Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, hal ini juga menjadikannya sebagai suatu pengendalian hama penyakit yang menyenangkan, selain ramah lingkungan juga murah meriah dan tidak sulit mendapatkan bahan-bahannya. 

Cara kerja spesifik pestisida nabati diantaranya yaitu:

(1) merusak perkembangan telur, larva dan pupa. 
(2) menghambat pergantian kulit. 
(3) mengganggu komunikasi serangga. 
(4) menyebabkan serangga menolak makan. 
(5) menghambat reproduksi serangga betina. 
(6) mengurangi nafsu makan. 
(7) memblokir kemampuan makan serangga. 
(8) mengusir serangga. 
(9) menghambat perkembangan patogen penyakit.

Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan, keunggulan pestisida nabati adalah: 
(1) murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani. 
(2) relatif aman terhadap lingkungan. 
(3) tidak menyebabkan keracunan pada tanaman. 
(4) sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama. 
(5) kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain. 
(6) menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.

Sementara, kelemahannya adalah: 
(1) daya kerjanya relatif lambat. 
(2) tidak membunuh jasad sasaran secara langsung. 
(3) tidak tahan terhadap sinar matahari. 
(4) kurang praktis. 
(5) tidak tahan disimpan. 
(6) kadang-kadang harus diaplikasikan / disemprotkan berulang-ulang.

[Baca juga - Penyelamatan cabe yang sedang kritis (Hidup segan mati tak pula mau)]

Pestisida nabati dapat diaplikasikan dengan menggunakan alat semprot (sprayer) gendong seperti pestisida kimia pada umumnya. Namun, apabila tidak dijumpai alat semprot, aplikasi pestisida nabati dapat dilakukan dengan bantuan kuas penyapu (pengecat) dinding atau merang yang diikat. Caranya, alat tersebut dicelupkan kedalam ember yang berisi larutan pestisida nabati, kemudian dikibas-kibaskan pada tanaman. Supaya penyemprotan pestisida nabati memberikan hasil yang baik, butiran semprot harus diarahkan ke bagian tanaman dimana jasad sasaran berada. Apabila sudah tersedia ambang kendali hama, penyemprotan pestisida nabati sebaiknya berdasarkan ambang kendali. Untuk menentukan ambang kendali, perlu dilakukan pengamatan hama seteliti mungkin. Pengamatan yang tidak teliti dapat mengakibatkan hama sudah terlanjur besar pada pengamatan berikutnya dan akhirnya sulit dilakukan pengendalian.

Cara memanfaatkan ekstrak bawang putih untuk pestisida nabati
 
Bahan dan Alat :
85 gram bawang putih
50 ml minyak sayur
10 ml deterjen/sabun
950 ml air
Alat penyaring
Botol
Cara Pembuatan :
Campurkan bawang putih dengan minyak sayur. Biarkan selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Aduk hingga rata. Simpan dalam botol paling lama 3 hari.
Cara Penggunaan :
Campurkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 19 atau 50 ml larutan dengan 950 ml air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari
OPT Sasaran :
Ulat, hama pengisap, nematoda, bakteri, antraknos, embun tepung

Cara membuat ekstrak bawang putih
 
Bahan dan Alat :
2 siung bawang putih
Deterjen/sabun
4 cangkir air
Alat penumbuk/blender
Alat penyaring
Botol
Cara Pembuatan :
Hancurkan bawang putih, rendam dalam air selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Saring. Masukkan dalam botol

[Baca juga - Bahan dasar tanah polybag persemaian]
Cara Penggunaan :
Tambahkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 9 air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang ada pagi hari
OPT Sasaran :
Cendawan

Membuat Ekstrak minyak bawang putih
 
Bahan dan Alat :
100 gram bawang putih
2 sendok makan minyak sayur
10.5 liter air
10 ml deterjen/sabun
Deterjen
Cara Pembuatan :
Hancurkan bawang putih. Rendam dalam minyak sayur selama 24 jam. Tambahkan ½ liter air dan deterjen. Aduk hingga rata. Saring

Cara Penggunaan :
Tambahkan 10 liter air kedalam larutan. Aduk hingga merata. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari
OPT Sasaran :
Hama kubis, belalang dan kutudaun

Membuat Minyak bawang putih
Bahan dan Alat :
50 ml minyak bawang putih
950 ml air
1 ml deterjen/sabun
Cara Pembuatan :
Tambahkan sabun ke dalam minyak bawang putih. Aduk hingga rata. Tambahkan air. Aduk
Cara Penggunaan :
Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
OPT Sasaran :
Ulat buah tomat
Ulat penggerek umbi kentang
Wereng padi
Nematoda 


*Sumber : E-Petani

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Melalui Proses Kompos

Add Comment
Secara Umum terdapat dua macam tipe pupuk organik cair yang dibuat melalui proses pengomposan. Pertama adalah pupuk organik cair yang dibuat dengan cara melarutkan pupuk organik yang telah jadi atau setengah jadi ke dalam air. Jenis pupuk yang dilarutkan bisa berupa pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos atau campuran semuanya. Pupuk organik cair semacam ini karakteristiknya tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, hanya saja wujudnya berupa cairan. Dalam bahasa lebih mudah, kira-kira seperti teh yang dicelupkan ke dalam air lalu airnya dijadikan pupuk.

Pupuk cair tipe ini suspensi larutannya kurang stabil dan mudah mengendap. Kita tidak bisa menyimpan pupuk tipe ini dalam jangka waktu lama. Setelah jadi biasanya harus langsung digunakan. Pengaplikasiannya dilakukan dengan cara menyiramkan pupuk pada permukaan tanah disekitar tanaman, tidak disemprotkan ke daun.
 
Kedua adalah pupuk organik cair yang dibuat dari bahan-bahan organik yang difermentasikan dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Bahan bakunya dari material organik yang belum terkomposkan. Unsur hara yang terkandung dalam larutan pupuk cair tipe ini benar-benar berbentuk cair. Jadi larutannya lebih stabil. Bila dibiarkan tidak mengendap. Oleh karena itu, sifat dan karakteristiknya pun berbeda dengan pupuk cair yang dibuat dari pupuk padat yang dilarutkan ke dalam air. Tulisan ini bermaksud untuk membahas pupuk organik cair tipe yang kedua.
Sifat dan karakteristik pupuk organik cair

Pupuk organik cair tidak bisa dijadikan pupuk utama dalam bercocok tanam. Sebaiknya gunakan pupuk organik padat sebagai pupuk utama/dasar. Pupuk organik padat akan tersimpan lebih lama dalam media tanam dan bisa menyediakan hara untuk jangka yang panjang. Sedangkan, nutrisi yang ada pada pupuk cair lebih rentan terbawa erosi. Namun di sisi lain, lebih mudah dicerna oleh tanaman.

Jenis pupuk cair lebih efektif dan efesien jika diaplikasikan pada daun, bunga dan batang dibanding pada media tanam (kecuali pada metode hidroponik). Pupuk organik cair bisa berfungsi sebagai perangsang tumbuh. Terutama saat tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif untuk merangsang pertumbuhan buah dan biji. Daun dan batang bisa menyerap secara langsung pupuk yang diberikan melalui stomata atau pori-pori yang ada pada permukaannya.

Pemberian pupuk organik cair lewat daun harus hati-hati. Jaga jangan sampai overdosis, karena bisa mematikan tanaman. Pemberian pupuk daun yang berlebih juga akan mengundang hama dan penyakit pada tanaman. Jadi, ketepatan takaran harus benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan hasil maksimal.

Setiap tanaman mempunyai kapasitas dalam menyerap nutrisi sebagai makanannya. Secara teoritik, tanaman hanya sanggup menyerap unsur hara yang tersedia dalam tanah tidak lebih dari 2% per hari. Pada daun, meskipun kami belum menemukan angka persisnya, bisa diperkirakan jumlahnya tidak lebih dari 2%. Oleh karena itu pemberian pupuk organik cair pada daun harus diencerkan terlebih dahulu.

Karena sifatnya sebagai pupuk tambahan, pupuk organik cair sebaiknya kaya akan unsur hara mikro. Sementara unsur hara makro dipenuhi oleh pupuk utama lewat tanah, pupuk organik cair harus memberikan unsur hara mikro yang lebih. Untuk mendapatkan kandungan hara mikro, bisa dipilah dari bahan baku pupuk.

Cara membuat pupuk organik cair

Siapkan bahan-bahan berikut: 1 karung kotoran ayam, setengah karung dedak, 30 kg hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa), 100 gram gula merah, 50 ml bioaktivator (EM4), air bersih secukupnya.
Siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua ukuran 1 liter. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.

Potong atau rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
 

Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.

Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menyetabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong.

Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang.

Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.

Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan.

Cara membuat pupuk organik cair perangsang daunn dan buah

Secara sederhana bisa dikatakan, untuk membuat pupuk perangsang daun gunakan sumber bahan organik dari jenis daun-daunan. Sedangkan untuk membuat pupuk perangsang buah gunakan bahan organik dari sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit buah-buahan.

 
* Sumber : e-Petani

Obat Ampuh Mengatasi Hama Kutu Daun Pada Cabe

Add Comment
Hama yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi para petani cabe, karena umumnya petani cabe mengalami “Diskriminasi” oleh kelakuan hama kutu daun ini, baiklah karena hama ini termasuk bandel dan harus dikendalikan agar tanaman cabe kesayangan anda tetap menghasilkan buah yang baik dan banyak, mari kita coba ungkap cara mengatasinya.

Kutu daun atau lebih populer dengan nama Bemicia Tabacci, paling senang menyerang tanaman dari family solanace, baik itu cabe maupun terong, namun demikia ia juga hobi merusak tanaman lainnya, perkembangannya meningkat manakala musim berganti ke hujan, ketika curah air tinggi kutu-kutu ini dengan mudahnya berkembang biak, pada tanaman cabe anda bisa temukan dibalik dedaunan cabe, kadangkala ia juga ditemani oleh semut hitam, yang katanya hobi memakan serbuk putih yang dihasilkan oleh kutu kebul.

Banyak cara yang diceriterakan oleh para blogger di dunia maya tentang cara terbaik mengendalikan hama kutu ini, semua trik tersebut sebenarnya bisa cobakan, namun dalam pembahasan kali ini kita akan melihat cara pengendalian kutu ini dengan model lain, dimana hampir sebagian petani kita tidak terlalu memperhatikan cara ini, cara tersebut adalah dengan memanfaatkan kondisi vegetasi tempat dilaukannya usaha budidaya cabe tersebut.

Namun sebeluk kita membahas model pemanfaatan vegetasi tersebut, ada baiknya kita jabarkan terlebih dahulu cara ampuh mengatasi hama kutu putih pada cabe ini.

1. Pengendalian dengan cara ekstrim

Cara ini adalah dengan memanfaatkan minyak tanah dan deterjen dalam mengendalikan kutu putih, agar lebih mudah kita anggap takaran penyajiannya untuk satu botol sprayer tangan, untuk takaran ini yang kita butuhkan adalah, deterjen atau sabun colek, kemudia air, dan minyak tanah.

Perlu pula kami sampaikan, minyak tanah sebenarnya berbahaya sekali untuk tanaman cabe, bahkan bisa mematikan tanaman cabe kesayangan anda, namun aromanya bisa dimanfaatkan untuk mengusir kutu kebul ini, oleh karena ini gunakan minyak tanah sedikit saja, karena fungsinya hanya untuk menciptakan aroma tidak sedap, dan kandungan minyaknya yang tidak baik untuk pencernaan kutu kebul.

Caranya :

Ambil deterjen secukupnya, kemudian campurkan dengan air sambil diaduk, pada mulanya air yang digunakan untuk mengaduk ini sedikit saja, kemudian ambil minyak tanah dengan takaran lebih kurang satu mili saja, atau bisa jadi lebih sedikit lagi, aduk lagi bersama deterjen kemudian diamkan sampai busanya hilang, setelah itu baru dicampurkan dengan air secukupnya untuk spayer tangan, selesai tahap ini anda bisa langsung semprotkan ke balik daun cabe.

2. Pengendalian dengan menggunakan serai

Pengendalian dengan cara ini tergolong mudah, ditambah lagi tanaman serai dengan mudah bisa ditemukan, untuk pengendalian dengan serai juga bermaksud memanfaatkan aroma dan rawa pahit yang dihasilkan oleh air perasan serai, berikut cara membuatnya.

(Foto : Serai yang sudah ditumbuh halus untuk membasmi kutu putih - sumber : warasfarm.wordpress.com)


Caranya :

Ambil serai sebanyak lebih kurang satu kilo, untuk ukuran pemakaian sprayer tadi, kemudian serai ini ditumbuk halus, kalau bisa sehalus-halusnya, atau anda juga bisa memanfaatkan blender atau peralatan lainnya, setelah itu serai direbus dengan air sebanyak tiga liter, kemudian ketika air rebusan sudah mendidih, kemudian angkat dan diamkan beberapa saat, setelah dingin tambahkan sabun deterjen sebanyak tiga sendok the, kemudian kocok dan semprotkan pada tanaman cabe anda.

Model pengendalian hama kutu daun pada cabe dengan memanfaatkan vegetasi lingkungannya, maksudnya adalah dengan membiarkan gulma tumbuh disekitaran batang cabe, membiarkan gulma tumbuh ini bukan berarti membiarkan tanaman cabe anda ditumbuhi semak, namun maksudnya adalah disekeliling batang cabe tersebut dibersihkan dari gulma, dengan radius dua jengkal tangan, pada intinya batang dan daun tanaman cabe tidak bersentuhan langsung dengan gulma.

Mengapa cara ini perlu juga diperhatikan, karena sifat kutu putih yang menyukai daun sebagai tempat hidupnya yang hakiki, maka demikian dengan membiarkan gulma tumbuh disekitar pertanaman cabe, diharapkan kutu kebul tidak terlalu leluasa langsung menuju tanaman cabe, atau jika perlu anda juga bisa menanam bunga-bunga yang berwarna cerah, sehingga kutu kebul lebih tertarik kepada bunga dari pada ke tanaman cabe kesayangan anda.

Memanfaatkan vegetasi disekitar pertanaman cabe untuk pembasmian serangga kutu putih ini sangat manjur, beberapa mitra tani cabe kami di kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, telah membuktikannya dan menyarankan agar petani-petani cabe lainnya tidak mensepelekan keberadaan gulma ini.

Obat Ampuh Mengatasi Hama Kutu Daun Pada Cabe


Nah bagaimana pemirsa, mudah bukan cara mengendalikan hama kutu putih ini, selamat mencoba.

Cara Ekstraksi Jernang Suku Kubu

Add Comment
Suku Kubu atau yang lebih populer dikenal dengan suku anak dalam (SAD), merupakan suku pedalaman yang menggantungkan seluruh hidupnya dari hasil hutan, baik itu hewan liar sebagai buruan, buah-buahan hutan dan “hal-hal lain” yang diproduksi oleh hutan.

Sebagai suku yang memanfaatkan hasil hutan, salah satu tanaman yang dimanfaatkan suku kubu sebagai sumber pendapatan adalah buah rotan, atau lebih dikenal dengan buah jernang, dalam bahasa latinnya dikenal dengan nama “Daemonorops Draco BL”, dikalangan pasar gelap dikenal dengan istilah “Darah Naga” dan banyak istilah lainnya.

Buah jernang dimanfaatkan sebagai bahan mentah berbagai produk, diantaranya untuk obat-obatan, bahan pewarna, dan lain sebagainya, di pasar gelap hasil ekstrak buah ini diekspor ke berbagai Negara, ke China, India, Malaysia, dan Jepang, karena pemasaran getah jernang tidak diatur oleh Negara Indonesia, harga getah ini dibandrol antara Rp 700.000/kg s/d Rp 1.000.000/kg, tergantung kualitas yang dihasilkan.

Tanaman rotan penghasil buah jernang bagi suku kubu sangat sensitive, mengingat pesaing mereka dalam mendapatkannya tidak hanya dari sesama kalangan suku kubu, namun juga dari orang luar (masyarakat kampung), karena itu biasanya ketika musim buah jernang suku kubu sibuk didalam hutan dan mereka semakin sulit ditemukan.

Pendampingan suku kubu yang dilakukan perkumpulan peduli kabupaten Dharmasaraya bersama SSS-Pundi Jambi, mencatat berbagai perkembangan dan fenomena kehidupan suku ini di hutan pedalaman Dharmasraya, salah satunya cara mereka mengolah buah jernang.

Selama pendampingan hampir tidak pernah terdengan suku kubu melakukan budidaya rotan penghasil buah jernang ini, mak Marni salah seorang dari komunitas suku kubu pernah mengatakan, sulit untuk membudidayak rotan penghasil jernang ini, sebab belum tentu setiap bibit yang ditanam tersebut menghasilkan buah jernang, karena itu yang bisa mereka lakukan hanyalah menjaga agar tumbuhan tersebut tidak ditebang, dan “menjaganya” dari pandangan orang luar.

Karena banyaknya pesaing dari orang luar, biasanya kelompok suku kubu lebih awal menjaga “permata” mereka ini, dimana biasanya musim jernang pada bulan September – Desember, mereka mulai berpindah masuk lebih dalam kehutan pada bulan agustus.

Studi penelitian yang dilakukan Totok K Waluyo, Teknik Ekstraksi Tradisional Dan Analisis Sifat-Sifat Jernang Asal Jambi, menyatakan jernang adalah resin yang merupakan hasil sekresi buah rotan jernang, resin tersebut menempel dan menutupi bagian luar buah rotan.

Ekstraksi buah jernang oleh suku kubu biasanya dilakukan dengan cara ekstraksi kering, berikut ini cara ekstraksi buah jernang.

Cara ekstraksi buah jernang

Alat dan bahan : ambung (keranjang rotan), kayu penumbuk, lembaran plastic untuk penampung.

1. Buah jernang dilepaskan dari tandannya

2. Buah jernang kemudian dimasukkan kedalam ambung

3. Kemudian ditumbuk perlahan-lahan

4. Jernang yang keluar melalui celah-celah ambung ditampung dengan plastik

Serbuk hasil ekstraksi dimasukkan kedalam plastik, lebih kurang tiga puluh menit hasil ekstraksi akan mengeras dan menggumpal.

Tidak semua jenis rotan menghasilkan buah jernang, rotan yang menghasilkan buah jernang diantaranya adalah, Daemonorops draco BL.; D. draconcellus BECC.; D. mattanensis BECC.; D. micrantus BECC.; D. motleyi BECC.; D. propinquess BECC.; D. rubber BL.; D. sabut BECC.; D. micracanthus BECC. dan lain-lain Jenis-jenis tersebut tersebar di pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu), Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.
Cara Ekstraksi Jernang Suku Kubu


Credit :

- Tatok K Waluyo - TEKNIK EKSTRAKSI TRADISIONAL DAN ANALISIS SIFAT-SIFAT JERNANG ASAL JAMBI
- SSS - Pundi Jambi
- Perkumpulan Peduli, Dharmasraya

Metode Efektif Penyelamatan Tanaman Cabe Polibeg Yang Sedang Kritis

Add Comment
Tuan dan nyonya pengunjung setia kami, di Negara kami Indonesia beberapa waktu belakangan ini dalam tahun 2015, mengalami bencana kabut asap dan musim kemarau berkepanjangan, selain dampak langsung terhadap kesehatan, bencana tersebut juga membuat aktifitas bercocok tanam menjadi terganggu, salah satunya kelompok tani Tedong Bongak di pedalaman Piniki Kabupaten Wajo. 

Sekitar 1000 batang cabe polybag kelompok tani tersebut mengalami apa yang disebut dengan istilah HSMTM (Hidup Segan Mati Tak Mau), bagaimana tidak air yang menjadi sumber kebutuhan utama bagi pertanaman cabe polybag tidak tercukupi, bisa dibayangkan usaha pertanaman cabe polybag mereka kali ini akan gagal total. 

Selama lebih kurang enam bulan masyarakat tani mengalami cobaan nan tak tertanggungkan tersebut, pada akhirnya bulan November 2015 hujan mulai turun membasahi tanah, halnya dengan pertanaman cabe polybag kelompok tani Tedong Bongak pun mulai menggeliat, meski pada akhirnya ada juga beberapa pokok tanaman cabe yang mati meragan, akibat perubahan cuaca yang cukup drastis ini, melihat pemandangan cabe polybag yang sedang berusaha mempertahankan hidup tersebut, salah seorang anggota kelompok berinisiatif untuk mengusahakannya agar tetap menghasilkan, maka tak ayal lagi penyelamatan harus dilakukan agar usaha selama tiga bulan yang dilakukan untuk penanaman tidak sia-sia begitu saja. 

Melalui artikel singkat ini kami coba merangkum, bagaimana usaha penyelamatan cabe yang tidak mungkin lagi berbuah itu, sekiranya tuan dan nyonya mengalami persolan yang sama pula seperti persoalan kelompok tani diatas, bolehlah menyimak bagaimana trik penyelamatan itu dilakukan. 

Trik penyelamatan cabe yang hampir tidak mungkin berbuah 

1. Curah hujan yang meningkat membuat tanah dalam polybag menjadi tergenang oleh air, hal ini salah satu penyebabnya tanaman cabe menjadi stres, oleh sebab itu hal pertama yang dilakukan adalah membuat lobang tempat keluarnya air pada bagian atas polybag tanaman cabe. 

2. Pindahkan polybag ke areal yang cukup mendapatkan sinar matahari, hal ini dimaksud pabila terdapat panas dalam waktu singkat, tanaman cabe polybag mencukupi kebutuhan cahaya untuk fotosintesisnya. 

3. Pangkas daun pada bagian pangkal batang, usahakan daun yang tertinggal tersebut hanya percabangan diatas saja, kemudian biarkan selama dua minggu, selama waktu tersebut tanaman cabe memiliki kekuatan yang cukup untuk memasak makanan untuk percabangan daun yang tidak terlalu banyak. 

4. Selama dua minggu tersebut tetap dilakukan pengamatan intensif bagaimana perkembangan cabe polybag, biasanya pada bagian pangkal batang yang daunnya sudah dipangkas tadi akan tumbuh kembali daun-daun baru, nah jika daun lama pada percabangan atas menunjukkan gejala keriting, maka jangan tunggu lama-lama segera pangkas bagian percabangan atas tersebut, dengan asumsi daun baru pada bagian pangkal batang telah muncul. 

5. Lakukan pemangkasan percabangan atas jika hal seperti point 4 terjadi pada seluruh tanaman cabe polybag. 

6. Sambil mengamati daun muda tumbuh mulai dari pangkal batang, sebaiknya dilakukan pemupukan dengan menambahkan pupuk organik dari kotoran ternak, ingat pupuk organic bukan pupuk kimia atau urea. 

Cara diatas dilakukan oleh kelompok tani Tedong Bongak, untuk menyelamatkan tanaman cabe polybag yang sudah hampir mati tersebut, pada beberapa daerah lainnya tim kami juga menemukan persoalan yang sama dengan kelompok tani Tedong Bongak, tepatnya di Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, salah seorang dari komunitas Tani Unggul Cabe juga mempraktekkan teori yang sama, hanya saja model penanaman cabe yang dilakukannya di areal perladangan, tidak di dalam polybag seperti kelompok tani Tedong Bongak, namun ada satu tambahan jika penyelamatan dilakukan pada cabe yang ditanam di areal perladangan, yakni dengan membuat bedengan yang teratur, hal ini berguna untuk menjaga kelembapan tanah pada areal pertanaman cabe. 

Demikian kiranya tuan dan nyonya rangkuman yang bisa kami tuliskan untuk menyelamatkan tanaman cabe yang sedang diambang kepunahan, semoga petani cabe Indonesia jaya selalu. 

Mari Merdeka !!

 Metode Efektif Penyelamatan Tanaman Cabe Polibeg Yang Sedang Kritis

Kenali Dinas Perlindungan Tanaman Pertama di Dunia

Add Comment
Dinas Perlindungan Tanaman Pertama di Dunia

Pada abad ke - 19 ketika ekonomi masyarakat di Eropa masih lemah, kegagalan pertanian hampir selalu berarti kelaparan dan kemelaratan, contoh klasik adalah timbulnya wabah penyakit busuk daun pada tanaman kentang di tahun 1845, seperti dikisahkan pada posting sebelumnya, banyak orang menganggap bahwa malapetaka penyakit hawar kentang inilah merupakan salah satu penyebab lahirnya Fitopathology, walaupun perhatian para cerdik pandai waktu itu belum banyak tercurahkan pada masalah penyakit tanaman.

Mulanya penyakit karat pada gandum yang disebabkan oleh "Puccinia striiformis", yang mendatangkan kelaparan di eropha pada abad kesembilanbelas, juga kurang mendapat perhatian para ahli selayaknya.

Pada penghujung abad kesembilanbelas, perhatian untuk meneliti kehilangan hasil pertanian baru tumbuh, terutama disebabkan oleh hancurnya perkebunan jeruk di California oleh serangga kepik yang diberi nama "Kepik san jose" (Qudraspidionis pernicious). Para ahli dan pejabat pemerintahan baru menyadari ancaman yang datang dari organisme ini yang dapat menyebar antar negara.

Apa yang kita ketahui sekarang mengenai penyakit dan perkiraan kehilangan hasil sebagai akibatnya, sebetulnya berasal dari jerman pada tahun 1880, ketika itu pemerintahan jerman diminta oleh perkumpulan petani untuk mengembangkan sistem registrasi untuk hama dan penyakit tanaman, pemerintah nampaknya tidak begitu merespon dengan baik, sehingga perkumpulan petani jerman merintis upaya tersebut pada tahun 1890, yang kemudian diambil alih juga oleh kementrian pertanian jerman pada tahun 1895.

Konsultasi internasional yang memecahkan masalah kehilangan hasil pertanian dimulai pada kongres internasional pertanian dan kehutanan di Wina pada tahun 1890, yang dirintis oleh J. Ricson seorang pakar Fitopathology dari Swedia.

Kongres pertanian internasional pada tahun 1903 di Roma, merupakan cikal bakal berdirinya organisasi FAO, survey statistik nasional dan internasional dibidang pertanian terus berkembang semenjak tahun 1924, atas dasar keputusan FAO untuk mengadakan konferensi fitopathology pada tahun tersebut. Dalam perkembangannya survey tentang fitopathology ini terhenti akibat perang dunia I, selang waktu inilah yang dinamakan era penjajakan, walaupun metode baku untuk mengukur besar penyakit dan kehilangan hasil belum ada, namun tuntutan penaksiran kehilangan hasil tanaman sudah mulai tumbuh.

Pemerintah Belanda yang khawatir akan datangnya kepik san jose yang sedang mewabah perkebunan jeruk California, menugaskan seorang pakar fitopathology terkemuka bernama J. Ritzema Bos, ke amerika untuk meneliti epidemi tersebut, sebagai hasil dari studi banding yang bersahaja tersebut, dia melaporkan kemungkinan kehilangan hasil yang potensial yang akan sangat merugikan di Belanda, sehingga dia merekomendasikannya untuk mendirikan dinas proteksi tanaman, guna mencegah kehilangan hasil yang disebabkan oleh hama impor tersebut. Inilah dinas perlindungan tanaman pertama di dunia yang didirikan pada tahun 1899.

Ramuan Ampuh Pengendali Serangga Penghisap Tanaman

Add Comment
Pendekatan pengendalian serangga perusak tanaman (hama) seharusnya lebih kepada tata cara alami, dimana cara ini diyakini lebih beradab dan mampu menjaga ekosistem lingkungan sesuai dengan aslinya, mengenal istilah-istilah Biologi dalam perlakuan serangga hama ini juga penting, sebagaimana yang telah kami bahas sebelum ini, yakninya tentang Biological Control dan Parasitoid, untuk anda yang belum sempat membacanya pemahanan mudah istilah Biological Control silahkan klik [link] ini, dan untuk anda yang ingin membaca tentang Parasitoid silahkan klik [link] ini.

Oke, berikut ini kita masih membahas tentang pengendalian serangga dengan cara yang beradap tadi, hasil pembacaan analytic kami, blog sederhana ini (menanam-tanaman - panduan singkat bercocok tanam) dikunjungi oleh berbagai Negara di dunia, seperti Amerika, Rusia, Eropha, Qatar dan Negara bagian benua amerika lainnya, dunia internasional yang kami kira sudah sangat lebih dahulu dibanding Indonesia soal tata kelola tanaman, ternyata masih membutuhkan artikel-artikel dasar tentang tanaman, kesimpulan besar yang kami dapati dari kunjungan berbagai Negara ini adalah, bahwa ternyata petani-petani di dunia luar sana (diluar indonesia) juga mengalami nasib yang sama dengan petani-petani Indonesia.

Nasib yang sama tersebut paling tidak soal mengendalikan hama dan penyakit tanaman ini, manakala Negara-negara maju sudah berdaulat dengan teknik kimiawi dalam budidaya tanaman, tampaknya mereka juga terus mengalami pertikain dengan serangga-serangga ini, pembahasan singkat kita tentang “Ramuan ampuh pengendali serangga penghisap” kali ini, kami harap turut pula membantu petani-petani kita di Negara-negara lain, sebelum kita lanjutkan ada perlunya kami memberitahukan kepada anda, bahwa “Ramuan rahasia” ini kami intip dari usaha pertanian organic yang dilakukan oleh IPO (Institute Pertanian Organik) Aie angek, kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Dimana ramuan ini terlebih dahulu sudah diteliti oleh IPO dan sudah diterapkan dalam usaha pertanaman, karena kami meyakini ramuan ampuh ini bermanfaat untuk pertolongan petani-petani di belahan alam semesta ini, maka kredit penghargaan patut kita berikan kepada IPO Aie Angek, baiklah untuk mempersingkat waktu kita langsung saja kepada ramuannya.

Untuk membuat ramuan ini persiapan yang perlu dilakukan adalah ;

1. Alat-alat

Timbangan, gelas ukur, kertas label, saringan, lesung dan alu, sarung tangan, pisau, baki, baskom, ember, botol atau jeriken sebagai wadah penyimpanan.

2. Bahan-bahan

Daun durian 5 ons, daun sirsak (Annona sp) 5 ons, daun sirih (Piper bettle L) seperempat ikat, daun cengkeh (Eugenia aromatic L) 5 ons, serai harum (Cymbopogon citratus) 4 ons, daun sicerek 4 ons, daun mahoni (Switania mahoni ) 5 ons, daun kulit manis 5 ons, garam seperempat ons, urine kambing 4 liter.

3. Cara pembuatan

Semua bahan ditumbuk satu persatu, bahan-bahan yang sudah ditumbuk direndam dalam urine kambing, rendaman bahan diperas dan diambil ekstraknya, kemudian ekstrak tersebut disaring dan ditambahkan garam, berikutnya simpan dalam botol atau jeriken, jangan lupa beri label yang berisi tentang ramuan dan tanggal pembuatan.

Cara menggunakannya (aplikasi)

- 500 cc cairan ramuan diencerkan dengan air sebanyak 10 liter, diaduk dan kemudian dimasukkan kedalam tangki sprayer.

- Penyemprotan dilakukan pada tanaman, terutama pada bagian pucuk, kemudian bagian atas dan bawah daun.

- Aplikasi pada tanaman ini dilakukan selama 2 kali seminggu, sampai populasi kutu penghisap dinilai tidak membahayakan lagi.

Baiklah pemirsa, demikian tadi pembahasan kita tentang ramuan ampuh pengendali serangga penghisap, jika anda berhasil mengendalikan serangga penghisap dengan menggunakan ramuan ini, dengan senang hati kami berharap, anda memberitahukan kepada petani-petani lainnya yang sedang mengalami “intimidasi sosial” oleh serangga-serangga penghisap ini, sekian dari kami, selamat mencoba.



#SelamatkanLingkunganDenganOrganik

Biological Control Teror atau Suatu Keadilan Untuk Ekologi Tanaman

Add Comment
Biological Control Teror atau Suatu Keadilan Untuk Ekologi Tanaman

Pernahkah terlintas dalam pemikiran anda untuk tidak membunuh barang seekorpun hewan dari jenis serangga dan hewan mamalia berukuran besar, atau pernahkah terlintaskan dalam pikiran anda untuk tidak mencabut sehelai rumputpun atau gulma dilingkungan tempat anda tinggal, andai ada seorang manusia yang sanggup berlaku demikian dalam hidupnya dimuka bumi ini, mungkin kami sepakat untuk mengatakannya dialah seorang “pecinta lingkungan tulen”, mulai detik anda membaca artikel ini marilah kita mengamati siapakah manusia yang sanggup untuk tidak melakukan dua hal pada awal paragraph diatas, hehe.

Oke, Sebelum kita memasuki pembahasan yang lebih mendalam, tiada bosan-bosannya kami untuk menyampaikan bahwa, tujuan kami menuliskan hal-hal saintis seperti ini, adalah untuk memberikan pendekatan pemahaman yang lebih mudah, khusus kepada masyarakat dunia yang tidak “Familiar” dengan istilah-istilah biologi pertanian, Biological control merupakan salah satu pilihan kami pada saat ini untuk disajikan dalam bahasa yang renyah dan mudah dimengerti, agar kita sama-sama memahami situasi dan kondisi pertanian dunia, lebih khususnya di Negara kami Indonesia.

Baiklah, pertanyaan yang kami tuliskan pada awal paragraph diatas merupakan langkah dasar untuk memahami apa yang disebut dalam istilah biologi pertanian dengan nama “Biological control”, karena dalam penjelasannya aslinya banyak istilah-istilah yang cukup memusingkan – terlebih untuk awam – maka lebih tepat kiranya, untuk anda memikirkan pertanyaan pada awal tulisan ini.

Adalah HS. Smith orang pertama yang mempopulerkan istilah biological control pada tahun 1919, meski sebenarnya orang-orang zaman sebelumnya sudah pula melakukan kegiatan tersebut, namun pada abad ke 19 itulah pertama kali ditekuni sebagai suatu bidang kajian ilmu biologi pertanian, untuk mengatasi kesombongan manusia tentang memusnahkan mahluk hidup lainnya, meski pada kenyataannya hal itu tetap juga terjadi hingga detik ini.

Dalam pengertian yang sederhana untuk bidang pertanian biological control adalah mengendalikan lingkungan biologi, dan memanfaatkan lingkungan biologi dalam mensejahterakan tanaman dari berbagai gangguan hama dan penyakit, lingkungan itu bisa saja dari golongan serangga dan tumbuhan, dalam kalimah sederhananya “Mencari tahu siapa musuh serangga hama tersebut, dari golongan serangga juga atau dari golongan tetumbuh”.

Dibawah ini bisa kita simak factor lingkungan yang bisa mempengaruhi serangga hama ;

1. Factor iklim

Berupa iklim makro, dan iklim mikro

2. Factor biotic

Berupa predator, parasitoid, pathogen dan serangga pesaing.

3. Factor makanan

Berupa kualitas dan kuantitsa makanan

4. Factor lainnya

Mengacu pada pertanyaan diawal tadi, maka pertanyaan itu masuk pada factor biotik dan factor makanan, para peneliti biologi pertanian dibidang pengendalian hayati berjuang tanpa kenal lelah untuk mengetahui, hal apa saja yang membuat serangga hama bisa dihambat pertumbuhan populasinya, dari suatu lingkungan tempat usaha pertanaman dilakukan, karena begitu spesifiknya serangga atau tanaman yang bisa disetting untuk bermusuhan dengan serangga hama, sehingganya manusia harus memilah, untuk tidak membunuh dan mencabut tumbuhan sembarangan.

Karena biological control sifatnya memanipulasi dengan memanfaatkan populasi musuh alami, maka dari itu ia dinilai sebagai usaha pengendalian hama penyakit yang adil, meski konsekuansinya manusia tidak dibolehkan membunuh serangga sembarangan dan mencabuti tumbuhan sesuka hati, dan hal ini menurut kami tentunya suatu usaha terpuji dalam bertindak dan memperlakukan serangga “Terdakwa” hama, dalam menciptakan suasana keadilan dilingkungan pertanaman.

Dampak pemakaian kimia dalam mengendalikan hama penyakit tidak baik untuk kesehatan lingkungan, untuk itu kami menyarankan kepada anda pembaca setia kami, untuk berlaku adil dalam bercocok tanam, dari pesatnya penelitian dan perkembangan teknik pengendalian hama penyakit tanaman yang bersifat hayati, semakin memperjelas bukti kepada kita selaku mahluk Manusia, bahwa segala sesuatu yang Diciptakan di alam raya ini memiliki fungsi dan perannya masing-masing, seperti serangga parasitoid dan predator itu.

Sekian ulasan singkat kita pada artikel ini, semoga pertanian anda semakin menyenangkan dan sampai jumpa dipembahasan selanjutnya.

Salam hangat ..

MENGENAL PARASITOID PENGENDALI HAMA TANAMAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

Add Comment
Tampaknya jenis pengendali hama tanaman yang satu ini tidak cukup populer dikalangan petani, dan penggiat tanaman, bahkan untuk kalangan masyarakat umum istilah parasitoid tidak pula terlalu banyak yang mengenalnya apalagi mengerti “siapa” parasitoid ini, sekilas jika kita simak dari unsur kalimatnya, asalnya dari pengertian “Parasit”, jadi jika kita ingin menterjemahkan arti “parasitoid” secara singkat dan mudah diingat, maka yang harus kita ikut sertakan adalah parasit ,predator (pemangsa) dan parasitoid itu sendiri.

Semenjak kurikulum ilmu biologi diajarkan pada berbagai kelas, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah tinggi, dan pascasarjana, parasit dikenal sebagai sebuah sifat yang lebih berkonotasi negative, “Organisme yang hidup dan mengambil makanan dari organism yang ditempelinya”, dan dalam pemahaman yang lebih umum parasit dan benalu hampir memiliki kriteria yang mirip, hanya saja benalu lebih kepada tumbuhan, sedangkan parasit lebih kepada organisme hidup. Sementara itu istilah parasitoid lebih berkembang pada metode pengendalian secara hayati.

Parasitoid dalam pemahaman ilmu Biologi, diterjemahkan sebagai mahluk yang pola hidupnya berada diantara parasit dan predator, beberapa bagian dari fase metamerfosisnya menjadikan dirinya sebagai pemangsa, sebagai contoh serangga penyengat, fase larva dari serangga penyengat ini hidup dalam seekor inang dan inang itu dimangsanya sampai hancur.

Meski berbagai disiplin ilmu Mikrobiologi mengenal istilah parasitoid, namun tidak semua bidang studi ilmu tersebut mampu mengkaji lebih komplek pemanfaatan sifat parasitoid, misalnya dibidang kedokteran, serangga vector penyakit tanaman, dan lain sebagainya.

PARASITOID DALAM DISIPLIN ILMU PERTANIAN.

Serangga parasitoid lebih populer dalam kajian ilmu pertanian, hal ini serangkai dengan konsep pengenalan “Cara pengendalian hama secara hayati”, sebagai induk dari metode pertanian organic, berbagai kajian ilmiah telah memberikan hasil yang negative terhadap penggunaan bahan kimia dalam pengendalian hama tanaman, baik hasil terhadap lingkungan, nilai kandungan gizi tanaman, dan dampak immun serangga hama yang tercipta akibat penggunaan bahan kimia.

Khusus dalam bidang pertanian sesungguhnya parasitoid sudah dikenal oleh orang-orang dari zaman dahulu, dan pada tahun 1919 HS. Smith mempopulerkannya dengan istilah “Biological control” atau dengan istilah lain mengendalikan serangga hama dengan memanfaatkan serangga lain yang bukan hama, petani-petani China sudah dari dulu memanfaatkan semut rangrang (Oecophylla samaragdina) untuk mengendalikan hama pada tanaman jeruk seperti Tessaratoma papilosa dari ordo Hemiptera.

Dalam kajian ilmu pengendalian hayati yang lebih mendalam lagi, parasitoid tidak hanya membahas tentang serangga hama yang dikendalikan oleh serangga lain, namun dibidang mikroskopisnya juga turut dikembangkan jamur, bakteri, nematoda dan virus begitu pula untuk hewan-hewan yang hidup di air seperti ikan yang bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan penyakit.

PARASITOID DALAM PERTANIAN TERAPAN

Oke Sebaiknya kita tinggalkan sejenak pandangan parasitoid di dunia akademisi kampus, pada keadaan nyata dunia pertanian masyarakat Indonesia, parasitoid menjadi tidak terkenal akibat berbagai persoalan, salah satunya karena tujuan dari pertanian adalah untuk mendapatkan hasil panen sebanyak-banyaknya dengan modal sekecil-kecilnya (agak mirip dengan teori ekonomi classic Adam Smith), hal itu semakin didukung dengan pengembangan teknologi pestisida dan memasarkannya dalam jumlah yang banyak meski harganya mahal.

Kelompok-kelompok tani di Kabupaten Luwu pada umumnya samar-samar mengenal kalimat Parasitoid, namun hampir tidak mengenal bagaimana bentuk serangganya, dan bagaimana pula unsurnya jika parasitoidnya berasal dari jenis bakteri, jamur, virus dan nematoda, rupanya saja tidak diketahui apalagi menerapkannya dalam aplikasi pertanaman.

Sehingga untuk sementara bisa kita simpulkan upaya pengendalian hama pertanaman dengan parasitoid, pada umumnya terjadi di laboratorium dan pada usaha pertanian dalam skala modal besar, untuk pertanian skala miskin kebawah belum terlalui signifikan kedengarannya.

Karena berbagai rintangan yang ditemui untuk mengembangkan parasitoid ini, beberapa hal patut kita acungkan jempol, seperti pengembangan parasitoid dari jenis bakteri, virus, nematoda dan jamur, dimana untuk jenis ini sudah dikomersilkan dalam bentuk “INSEKTISIDA”, jadi jika anda menemukan merek produk pengendalian serangga dengan tulisan Insektisida maka itu berasal dari parasitoid golongan mikroskopis, namun anda juga perlu hati-hati karena produk seperti itu juga mudah sekali dipalsukan.

JENIS-JENIS SERANGGA PARASITOID

Bagi pembaca yang terbetik hati ingin mengetahui rupa dari serangga-serangga, hewan-hewan dan mahluk mikroskopis parasitoid bisa disimak pada keterangan dibawah ini.

1. Serangga parasitoid dari ordo Hymenoptera

2. Serangga parasitoid dari ordo Diptera

3. Parasitoid dari kelompok ikan Gambusia Affinis, untuk mengendalikan larva nyamuk

4. Parasitoid dari golongan nematoda seperti nematode Steinernema SP

5. Parasitoid dari kelompok burung, burung Mynah (Acridotheres tristis), burung ini dimanfaatkan untuk mengendalikan belalang kembara merah

6. Dan masih banyak jenis mahluk lainnya.

Nah, bagaimana pemirsa hebat bukan ternyata parasitoid ini, jika kita mengendalikan tanaman dengan cara ini bisa dipastikan keadaan lingkungan kita akan semakin ramah, sampai jumpa pada pembahasan selanjutnya.








Sumber Foto * Dokumentasi foto fakultas pertanian Universitas Andalas (www.faperta.unand.ac.id)

Metode Pengendalian Tikus dengan Kultur Teknis

Add Comment
Di dalam pengendalian hama tikus ada beberapa metode yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan pengendalian kultur teknis. Prinsip dasar dari metode ini adalah dengan membuat lingkungan yang tidak menguntungkan atau tidak mendukung bagi kehidupan dan perkembangan populasi hama tikus. Pengendalian ini terbgai dalam beberapa cara, yaitu:

1. Pengaturan pola tanam
Cara ini hanya berlaku untuk tanaman semusim, dengan tujuan untuk membatasi ketersediaan makanan yang sesuai bagi reproduksi tikus. Misalnya, pola tanam padi yang dapat dilakukan untuk penanaman tiga kali dalam jangka waktu satu tahun adalah:
padi-padi-palawija,
padi-palawija-padi,
padi-palawija-palawija.

Hal ini didasarkan pada pola reproduksi tikus yang biasanya meningkat pada akhir musim tanam padi sehingga perlu diselingi dengan tanaman palawija. Nutrisi palawija kurang cocok bagi metabolisme tikus dibandingkan dengan nutrisi padi sehingga populasi tikus di areal pertanaman akan menurun. Jenis palawija yang dapat ditanam adalah jagung, kedelai, kacang tanah, ubi jalar, atau dapat juga dengan menanam hortikultura sayuran yang berumur pendek.

2. Pengaturan waktu tanam
Pengaturan waktu tanam adalah menanam secara serempak jenis komoditas dan varietas yang sama dalam areal yang cukup luas (minimal 10 ha). Tujuannya adalah untuk menyebar kerusakan yang diakibatkan oleh tikus pada hamparan tersebut atau dengan kata lain kerusakan oleh tikus tidak terpusat pada satu petakan saja. 

3. Pengaturan jarak tanam
Yaitu mengatur jarak tanam lebih lebar dari biasanya dengan tujuan agar tercipta lingkungan yang lebih terbuka yang kurang disukai oleh tikus atau menghambat pergerakan tikus.

4. Penggunaan tanaman perangkap (trap crop)
Metode ini sebenarnya merupakan perpaduan antara metode pengendalian secara kultur teknis dengan pengendalian secara mekanis. Pada areal yang sempit, yang berada di tengah-tengah pertanaman yang luas, ditanami terlebih dahulu dengan tanaman yang disukai oleh tikus, misalnya padi. Selanjutnya pada sisa lahan yang luas di sekitarnya ditanami komoditas yang diinginkan, atau dapat juga tanaman padi. Pada saat tanaman padi yang berada di tengah pertanaman memasukii fase generatif, tikus akan berkumpul di areal tersebut, pada saat itulah dapat dilakukan perburuan atau gropyokan.

Beberapa keuntungan yang diperoleh dari pengendalian kultur teknis ini adalah:
1. Tidak memerlukan waktu khusus untuk pengendalian karena dapat dilaksanakan bersama-sama dengan tindakan budidaya tanaman.
2. Menumbuhkan sifat gotong royong bagi masyarakat tani di dalam merencanakan suatu penanaman komoditas tanaman pangan.
3. Sistem ini efisien dalam hal biaya dan waktu.

Sedangkan kelemahan dari metode ini adalah:
1. Hasilnya tidak dapat dipastikan karena banyak faktor luar yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengendalian ini.
2.  Memerlukan perencanaan yang sangat matang sehingga kesalahan di dalam perencanaan dapat mengakibatkan kegagalan.

menanam-tanaman
(Sumber foto: naturalnusantara.org)

Cara Membuat Kayu Lapuk Menjadi Pupuk Organik


Cara Membuat Kayu Lapuk Menjadi Pupuk Organik

Memanfaatkan alam guna melepas ketergantungan dari pupuk berbahan kimia memang sedikit rumit, banyak alasan yang tidak mendukung untuk bertani dengan konsep memanfaatkan alam, salah satu diantaranya adalah karena bertanam dengan proses Instan, oleh karena itu bertani dengan memanfaatkan alam menjadi tidak popular dikalangan petani, padahal lebih banyak manfaat yang bisa kita dapati manakala bertani dengan cara memanfaatkan sumber daya alam sekitar.

Pada beberapa artikel terdahulu juga sudah banyak kita membahas tentang pemanfaatan alam dalam berbudidaya pertanian, seperti memanfaatkan sisa limbah rumah tangga, membuat KCL dari teknik yang Paling sederhana, membuat perangkap untuk serangga. Salah satu yang InsyaAllah kita bahas kali ini adalah tentang pemanfaatan pelapukan tanaman untuk tanaman itu sendiri yaitu kayu lapuk.

Kayu lapuk biasanya menjadi sampah pembakaran saja, padahal kayu lapuk ini bisa dimanfaatkan untuk bahan pupuk alami tanaman, karena didalam kayu lapuk terdapat unsure organic yang sangat besar manfaatnya bagi perkembangan nutrisi tanah, jika selama ini kebanyakan kayu lapuk hanya dijadikan sebagai bahan dasar bangunan, maka tidak ada salahnya anda mencoba memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.

Didalam disiplin ilmu bumi, Para ahli ilmu bumi berpendapat bahwa unsure nitrogen di bumi ini tidak pernah berlebih dan berkurang, semenjak bumi di bentangkan unsure nitrogennya selalu berjumlah sama sampai detik ini, karena itu salah satu yang kita manfaatkan dari kayu lapuk untuk pertumbuhan tanaman adalah dengan mengambil unsure nitrogen yang terkandung didalam kayu lapuk tersebut.

Unsur kimia pada kayu lapuk yang bermanfaat bagi tanaman

Pada sebatang kayu lapuk biasanya terdapat kandungan nitrogen sebanyak 0,04% sampai 0,10 %, hydrogen sebanyak 6%, abu sebanyak 0,20 sampai 0,50, hemiselulosa sebanyak 15 sampai 25 %, semua kandungan kimia kayu tersebut, baik untuk dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.

Cara pemanfaatan kayu lapuk untuk pupuk tanah dan tanaman.

Untuk menjadikan kayu lapuk sebagai pupuk tanah, ada beberapa tahapan yang perlu kita lakukan.

1. Kayu lapuk dicincang halus.

2. Siapkan tanah jenis alfisol, tujuannya untuk sebagai perekat pada tanah yang akan kita jadikan pupuk, kenapa tanah alfisol karena jenis tanah ini tidak banyak mengandung unsure liat.

3. Setelah tanah dicincang halus, campurkan dengan tanah alfisol, kemudian endapkan didalam karung.

4. Setelah tanah diendapkan siapkan air kelapa (satu buah kelapa) atau air sisa pencucian beras, sebaiknya kedua jenis air tadi dicampurkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

5. Air kelapa yang sudah dicampur dengan air bekas cucian beras, disiramkan kedalam campuran kayu lapuk dengan tanah alfisol, sebaiknya campuran kayu lapuk dan tanah tersebut diendapkan selama lebih kurang satu bulan, semakin lama diendapkan akan semakin bagus hasilnya.

Pemberian campuran air kelapa dan air bekas cucian beras pada endapan kayu lapuk, bisa dilakukan setiap hari, selama satu atau dua bulan masa endapan, kegiatan pengendapan ini kayu lapuk dan tanah ini bermaksud untuk mengurai senyawa-senyawa selulosan, lignin, dan hydrogen menjadi senyawa organic yang baik untuk tanah dan tanaman.
Kegiatan pembuatan pupuk dari kayu lapuk diatas sudah saya lakukan, dan dipergunakan untuk bahan dasar tanah pada tanaman cabai polibeg, hingga pengalaman ini saya tulis pertanaman cabai saya tumbuh dengan subur dan sehat, juga tahan terhadap penyakit virus yang disebabkan oleh serangga vector Bemicia Tabacci (kutu kebul).

Selain bagus untuk pupuk tanaman palawija dan hortikultura, pupuk alami dari kayu lapuk ini juga bagus digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman bunga, silahkan dicoba.

*sumber : 

- Wikipedia
- www.academia.edu – “Summary the material of wood”, uploaded by – S.Lumonon
- foto : member of kompas musafir group.



Wow, Ternyata Jebakan Kuning Ini Ampuh Sekali Untuk Cabai

Panduan singkat bercocok tanam, kali ini mencoba membahas jebakan, bukan jebakan batman lho, tapi jebakan khusus untuk serangga yang menjadi biang keladi penyakit tanaman cabai anda, jebakan kuning atau dikenal juga dengan istilah yellow traps, jerih payah anda bertanam cabai mulai dari benih hingga ia tumbuh dewasa, tentu dengan harapan buah cabai anda itu seharusnya tumbuh subur dan berbuah lebat, nah untuk bisa mencapai keinginan tersebut ada banyak cara yang harus kita tempuh, salah satu cara yang saya rekomendasikan tentu saja cara pengendalian penyakit cabai yang bersifat ramah lingkungan.

Sebelum kita lanjut ada baiknya kita bahas sedikit bagaimana cara bertanam cabai di areal pertanaman yang luas, beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam melakukan budidaya cabai merah;

1. Perispan lahan; secara umum cabai merah sanagt baik di tanam di dataran tinggi. Namun dengan berkembangnya teknologi pertanian saat ini cabai merah juga bisa diproduksi (ditanam) di dataran rendah bahkan di pinggir laut sekalipun seperti kota Padang. Luas lahan yang dibutuhkan untuk membudidayakan cabai merah adalah 7 pohon/ M2 maksimal 10 pohon / m2.

2. Pupuk kandang dan tepung dolomite, ini diperlukan untuk lahan pertanian yang sudah sering digunakan untuk membudidayakan tanaman holtikultura. Untuk lahan dari hutan yang baru dibuka atau jarang ditanami tanaman holtikultura maka pupuk kandang dan dolomite yang digunakan untuk pupuk dasar ini tidak diperlukan.

3. Plastik mulsa, penggunaan plastik mulsa ini terbukti telah meningkatkan produksi cabai merah kriting. Ukuran plastik mulsa ada yng 50 cm dan ada yang 100 cm.

4. Polibek, digunakan untuk menanam bibit cabai merah keriting. polibek yang digunakan adalh polibek kecil (polibek bibit).

Adapun prosedur memulai budidaya cabai merah kriting ini:

Penggemburan tanah, lahan yang digunakan untuk membudidayakan cabai merah kriting sebaiknya tanahnya digemburkan dengan menggunakan bajak manual atau mesin (jetor). Semkin gembur tanah semakin baik pertumbuhan cabai merah kriting. Alasan mengapa tanah untuk budidaya cabai merah keriting harus digemburkan adalah karena akar dari bibit cabai merah keriting masih terlalu lemah untuk menembus lapisan tanah yang keras.

Setelah tanah digemburkan campur dengan pupuk kandang ditambah tepung dolomite, guna tepung dolomite dalam budidaya cabai merah ini adalah untuk menstabilkan PH tanah. Adapaun cara mencapurkan pupuk kandang dengan tanah dan dolomite ini adalah, semakin merata campuran di semua area maka lahan tersebut akan semakin baik. Dan cara untuk menghemat pemakaian pupuk kandang dan dolomite adalah dengan mencampurkan pupuk kandang tersebut dan dolomite di area yang akan dijadikan undakan tempat menanam cabai.

Bentuklah bukitan-bukitan memanjang dengan jarak antara satu bukitan dengan bukitan lainnya sejauh 1 m dan tinggi bukitan tanah ini sekitar 30 cm. selanjutnya bungkus semua bukitan tanah dengan plastik mulsa dan biarkan selama 3 hari. Setelah tiga hari lakukan pelobangan pada mulsa sebagai tempat untuk menanam cabe merah, jarak antara satu lobang dengan lobang lainnya kurang lebih 20 cm dan yangpaling baik adalah 45 cm.

Setelah semua mulsa dilobangi biarkan lobang tersebut selama satu hari satu malam, setelah itu baru tanam bibit cabai merah, sebelum menanam buka terlebih dahulu polibek tempat bibit cabai tersebut.

Persiapan berikutnya adalah membuat perangkap kuning atau jebakan kuning untuk areal pertanaman cabai, bahan-bahan yang diperlukan untuk membuatnya adalah sebagai berikut ;

1. Botol bekas minuman, boleh diambil dari botol bekas minuman mineral.

2. Cat minya warna kuning.

3. Lem tikus

4. Kayu atau tiang penyangga.

Cara membuat jebakan kuning atau yellow traps ;

Botol bekas minuman dicat warna kuning, kemudian keringkan diterik matahari, sembari menunggu cat kering, siapkan kayu atau tiang penyangga, pasang kayu atau tiang penyangga di beberapa titik, sebisa mungkin tiang penyangga tersebut dipasang disetiap bedengan sebanyak lima buah, atau secukupnya, tergantung luasan lahan yang akan anda Tanami cabai.

Setelah cat kering, olesi dengan lem tikus diskeliling botol bekas minuman yang sudah di cat tadi, kemudian ratakan lem dengan kuas, sekarang jebakan kuning atau yellow trap anda sudah diap digunakan, tinggal anda pasang disetiap kayu tiang penyangga yang sudah dibuat tadi, foto dibawah ini salah satu contoh jebakan kuning atau yellow trap yang dipasang disekitar pertanaman cabai.

Wow, Ternyata Jebakan Kuning Ini Ampuh Sekali Untuk Cabai
(Foto : jebakan kuning atau yellow traps pada tanaman cabai polibeg, foto ini diambil dari salah satu rumah penulis tentang pertanian di kabupaten dharmasraya, provinsi sumatera barat)


Khasiat yang diperoleh ketika anda menerapkan jebakan kuning ini, adalah serangga malam yang umumnya memanfaatkan cabai sebagai tempat berkembang biak , menjadi lebih tertarik mendekat dan hinggap pada botol bekas minuman yang sudah dicat warna kuning ini, sehingga niat serangga tersebut untuk meletakkan telurnya pada daun atau buah cabai menjadi terhalang, ketika anggota tubuhnya sudah lengket ke lem tikus yang sudah diolesi pada botol warna kuning ini. 

Cara ini sangat kami anjurkan, karena cara pengendalian serangga dengan jebakan kuning ini merupakan salah satu model pengendalian serangga yang aman untuk lingkungan, atau para akademisi kampus mengatakan dengan istilah pengendalian hayati, kami pikir cukup demikian dulu tentang panduan singkat mengendalikan hama pada tanaman cabai, selamat mencoba, jika anda memiliki pertanyaan seputar pembahasan ini, jangan sungkan silahkan tanyakan pada kolom komentar.

Cara Membuat Pembibitan Melon Dengan Polibeg

Add Comment
Buah kuning yang satu ini selalu menjadi Favorit bagi kebanyakan anak-anak, apalagi jika disajikan dalam bentuk jus melon, nah untuk anda yang hobi bertanam menggunakan polibeg disekeliling pekarangan rumah, kali ini kita coba berbagi tentang panduan singkat membuat pembibitan buah melon.

Bibit melon bisa diperoleh di toko-toko pertanian, selain itu bibit melon yang baik bisa juga diambil dari biji melon yang biasa dibeli di tempat penjual buah, sangat dianjurkan untuk memilih bibit yang baik dan sehat, pasalnya ketahanan bibit turut mempengaruhi hasil dari produksi batang melon yakni Buah Melon.

Tahapan persiapan pembibitan melon sebagai berikut.

1. Siapkan biji melon yang sudah dipilih

2. Rendam biji melon didalam ember selama lebih kurang satu jam

3. Biji melon yang terapung dipisahkan dengan biji melon yang terbenam didalam ember

4. Biji melon yang terendam diambil dan dikering anginkan selama lebih kurang setengah jam

Pada tahapan perendaman ini, beberapa orang ada juga yang merendam kembali menggunakan cairan Em4, fungsinya untuk menciptakan ketahanan pada bibit dengan membangkitkan bakteri yang baik untuk kebutuhan nutrisi biji.

Setelah tahap perendaman, berikutnya kita mempersiapkan polibeg kecil untuk penanaman bibit, tanah yang digunakan untuk polibeg ini sebaiknya diambil dari tanah yang banyak mengandung humus, setelah polibeg kecil diisikan tanah, berikutnya tinggal dimasukkan biji melon.

"Selama biji melon berada dalam tahap pertumbuhan, sebaiknya letakkan posisi bibit tepat dilokasi yang mendapat langsung sinar matahari pagi, bibit melon yang mendapat siraman dari sinar matahari pagi pertumbuhan batangnya akan kokoh dan kuat, dibanding dengan bibit melon yang tidak mendapat sinar matahari pagi, berdasarkan pengalaman sendiri bibit melon sudah mengeluarkan thallusnya pada umur tiga hari dari awal penanaman".

Hal yang paling penting untuk diperhatikan, selama proses pertumbuhan adalah bagaimana agar bibit melon tidak kekeringan, pembibitan disiram sebanyak dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari, dibawah ini bisa anda saksikan photo penampakan dari bibit melon yang baru berumur satu minggu.

Cara Membuat Pembibitan Melon Dengan Polibeg
(Bibit melon usia satu minggu setelah penanaman)

Bahan Dasar Tanah Polibeg Persemaian

Add Comment
Membuat tanaman tumbuh subur dan berbuah lebat selalu menjadi tujuan utama bagi petani dan penggiat bercocok tanam, karena dengan demikian jerih payah selama melakukan kegiatan pertanaman menjadi terobati, manakala tumbuhan yang kita tanam tersebut tumbuh dengan baik, namun tentu saja membuat keinginan yang demikian terwujud kita perlu melakukan usaha yang maksimal, saran saya yang terbaik untuk semua kegiatan menanam tanaman tersebut adalah, kita melakukan usaha bertanam tersebut dengan tetap mengedepankan konsep non pestisida dan ramah lingkungan.

"Sering rekan-rekan saya sesama petani bertanya, apakah mungkin untuk melakukan kegiatan bercocok tanam tersebut tidak menggunakan bahan kimia buatan? Jawabannya sangat mungkin sekali, orang-orang bercocok tanam selalu menginginkan bagaimana produksi dari tanamannya banyak, namun orientasi yang demikian membuat kita lupa bahwa hasil yang banyak itu apakah sehat untuk kita konsumsi, hal yang baik dan seimbang tentu saja dengan turut mempertimbangkan bahwa hasil yang banyak tersebut juga seharusnya sehat untuk kita konsumsi".

Pembahasan kita kali ini adalah tentang bagaimana kita mempersiapkan tanah persemaian benih tanpa menggunakan pestisida dan ramah lingkungan, untuk melakukan hal tersebut ada beberapa langkah yang perlu kita siapkan.

Bahan dasar tanah persemaian

1. Tanah yang baik kita ambil untuk persemaian adalah tanah yang banyak mengandung humus, untuk mendapatkan humus tanah tersebut bisa kita peroleh dari tanah yang terdapat pada SISA di SEKELILING PEMBAKARAN, ingat tanah yang kita ambil adalah tanah yang berada di SEKELILING PEMBAKARAN, bukan tanah yang terdapat pada pembakaran.

2. Setelah tanah di SEKELILING PEMBAKARAN diambil, kemudian tanah tersebut diayak dengan ayakan halus.

3. Berikutnya kita tinggal persiapkan polibeg pembenihan, setelah tanah diayak semprotkan air bekas cucian beras yang sudah dicampur dengan biang bakteri Em4, aduk tanah sampai rata, jika anda merasakan tanah tersebut terasa dingin itu tandanya adukan sudah bagus.

4. Kemudian masukkan biji yang akan kita jadikan benih.

5. Hal yang perlu diperhatikan berikutnya, kadar air dalam tanah yang sudah didalam polibeg, jangan membuat polibeg terlalu banyak air, karena dengan terlalu banyak air maka jamur juga akan aktif berkembang.

6. Setelah lima langkah diatas sekarang polibeg tinggal kita letakkan ditempat yang disinari cahaya matahari pagi.

Sekarang kita tunggu benih yang sudah disemai dalam polibeg tersebut keluar tallusnya, perlu juga diperhatikan menjelang benih tumbuh, siapkan juga polibeg besar tempat pemindahannya, sekian tips singkat bercocok tanam dari saya tentang bahan dasar tanah persemaian untuk polibeg, selamat mencoba.

Bahan Dasar Tanah Polibeg Persemaian


Mari kita selamatkan tanah dari kimia berbahaya, untuk generasi kita berikutnya.