Monday, January 26, 2015

Kamus Istilah dalam Bidang Pertanian

Bagi anda yang masih belum banyak mengerti tentang istilah-istilah dalam bidang pertanian berikut ini kita coba tuliskan kamus istilah dalam bidang pertanian, terkadang istilah ini sering memicu pengertian yang rancu dikalangan masyarakat khususnya dikalangan petani itu sendiri.

Agronomi : Ilmu produksi tanaman

Air tersedia : air tanah yang bertahan sesudah kelebihannya teratur, yaitu Antara kapasitas lapangan dan titik layu permanen.

Ambang ekonomi : tindakan hama yang memerlukan tindakan pengendalian untuk mencegah terjadinya tingkat kerusakan ekonomi.

Anaerob : suatu proses yang dapat berlangsung tanpa oksigen; (untuk tanah) tanah yang tempat air yang oksigennya telah terdesak keluar.

Anakan : tunas yang bercabang pada rumput atau tanaman serealia.

Antagonisma : penghalang pengambilan suatu unsur oleh unsur lain, misalnya untuk oleh kalium, pada akar tanaman.

Antraknosa : penyakit dengan gejala khas luka yang tenggelam.

Aplikasi lajur : suatu perlakuan yang diberikan dalam suatu lajur disamping tanaman dalam baris.

Bahan aktif (b.a) : bagian aktif suatu formulasi / ramuan bahan kimia.

Bahugalur : suatu campuran sejumlah galur tanaman yang secara genetik berbeda yang tampaknya serupa.

Bakteri : jasad bersel tunggal yang hidup sebagai parasite atau saprofit.

Batang atas : suatu tunas atau kuncup vegetatif yang digunakan untuk disambungkan diatas batang bawah.

Batuan malihan/metaforf : batuan yang mengalami perubahan mendasar oleh panas atau tekanan.

Bercak, luka : suatu noda yang disebabkan oleh penyakit, air ludah serangga atau gangguan lain.

Budidaya hara : menanam tanaman dalam bahan/media lengai (inert, lembam) yang dipasok larutan hara (Hidroponik)

Buku : suatu daerah pada tanaman tempat munculnya cabang dan daun.

Bulbil : kincup vegetative pada tanaman.

Butir – renai : zarah-zarah kimia yang dijendalkan menjadi butiran / pulung agar mudah memberikannya, biasanya pada tanah.

Cacar : suatu penyakit tanaman yang melibatkan semua bagian tanaman, tetapi biasanya mengacu kepada penyakit-penyakit yang penyebarannya cepat seperti penyakit layu pada kentang (potato blight).

Dorman : hidup tetapi tidak aktif, misalnya kuncup, biji yang tidak berkecambah, spora.

Ekosistem : suatu system interaksi Antara mahluk-mahluk yang hidup dengan lingkungan fisiknya.

Ekslusi/pengeluaran : pengendalian hama atau penyakit dengan mencegahnya masuk ke suatu daerah atau Negara misalnya dengan peraturan/undang-undang.

Eksokarp : lapisan luar kulit /dinding buah.

Eksotik : asing – tidak asli atau berasal setempat.

Embun madu : suatu cairan manis yang dikeluarkan oleh beberapa hemiptera untuk cairan serangga lain (misalnya, semut); suatu media tumbuh untuk kapang jelaga.

Endemic : selalu ada di suatu daerah (diterapkan pada hama dan penyakit)

Endocarp : lapisan dalam dari dinding buah.

Endosperm : makanan cadangan dalam biji.

Epidemic : suatu peningkatan adanya penyakit atau hama sampai tingkatan yang membahayakan.

Epidemiologi : ilmu yang memperlajari perkembangan penyakit dalam suatu populasi.

Epidermis : lapisan luar jaringan tanaman atau jaringan serangga.

Fakultatif : bebas pilih, dapat memilih (digunakan pada hama atau pathogen yang dapat hidup baik pada inang hidup atau bahan mati)

Fikomisetes : suatu kelompok besar jamur yang hifanya umumnya tidak bersekat melintang, yaitu seperti senosit.

Fitosanitasi : pembuangan dan pemusnahan bahan tanaman yang terinfeksi atau terserang yang mungkin menjadi sumber infeksi ulang bagi pertanaman.

Fitotoksik : dapat merusak atau membunuh tanaman atau bagian tanaman.

Fumigasi : penggunaan gas racun (yaitu fumigan) untuk membunuh jasad pengganggu seperti jamur atau bakteri tanah.

Fungisida : bahan kimia yang membunuh jamur/fungi.

Geluh : tanah yang jumlah lempung, pasir, dan debunya dalam proporsi yang seimbang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...