Monday, April 14, 2014

Memperbaiki tanah untuk bertanam sayuran

Untuk memperoleh hasil pertanian yang tinggi, tanah haruslah berstruktur baik dan dapat menerima air dan hujan tanpa mengerak, tererosi atau longsor. Tanah ini harus dapat menahan lengas pada tingkatan yang memadai dan memiliki tingkat kemasaman dalam rentang yang dapat diterima tanaman (di daerah tropika biasanya pH 5,5 sampai 6,8). KPKnya harus diatas 5 miliekuivalen/100 g sebagai batas minimum mutlak. Dalam budidaya sayuran, KPK kebanyakan tanah jauh lebih tinggi daripada ini.

Salah satu cara untuk memperbaiki tanah adalah dengan penggunaan bahan organik. Bahan organik mampu memperbaiki kemampuan memegang nutrien (KPK) dan kemampuan memegang air, serta memperbaiki pengatusan dan kemantapan tanah melalui perbaikan struktur tanahnya. Inilah alasan utama menekankan pemberianbahan organik secara teratur pada kebanyakan tanah tropika yang digunakan untuk produksi sayuran, terutama pada budidaya sayuran yang intensif.

Cara-cara praktis untuk memelihara ketersediaan bahan organik tanah dalam bertanam sayuran, sebagai berikut:

Pupuk Organik dan Kompos
Pupuk organik, disamping memasok beberapa nutrisi yang diperlukan untuk hasil sayuran yang tinggi, juga memegang peranan penting lainnya, mencakup perbaikan struktur tanah dan kapasitas penahan air dalam daerah perakaran, aerasi yang meningkat dari media perakaran, kerapatan massa tanah yang lebih rendah dan meningkatnya KPK serta pemegangan nutrien utama lainnya seperti nitrogen dan fosfor. Tetapi pupuk organik harus mempunyai komposisi yang benar dan harus memiliki nisbah nitrogen terhadap karbon yang tinggi; apabil tidak, mereka dapat menahan sementara nutrien tanaman dan mengurangi pertumbuhan tanaman.

Bila pupuk organik diberikan pada tanah, nitrogen yang terkandung didalamnya dipergunakan oleh jasad renik (mikroorganisme) untuk pertumbuhannya sendiri. Dengan bahan organik yang mempunyai kandungan nitrogen rendah (nisbah karbon terhadap nitrogen, atau C/N tinggi), seperti jerami padi atau brangkas jagung, jasad renik akan mengambil nitrogen yang diperlukan untuk mengurai bahan tersebut dari tanah, dengan demikian menyebabkan kekurangan hara tanaman yang paling esensial untuk sementara waktu. Inilah sebabnya mengapa dianjurkan memberikan pupuk anorganik sebagai tambahan pada pupuk kandang untuk mengoptimalkan hasil pertanaman, kecuali bila pupuk kandang tersebut bermutu sangat tinggi.

Kompos, pupuk segar (yakni tanpa jeram atau sekam padi dan bahan-bahan lainnya) tidak cocok untuk digunakan secara langsung, karena disamping kesulitan penanganannya juga dapat menyebabkan terbakarnya tanaman. Oleh karena itu, bahan-bahan tersebut harus dikomposkan sebelum digunakan. 

Sumbangan hara dari kompos meningkat dengan penambahan pupuk nitrogen, fosfor, dan kalium pada waktu penbuatan. Setiap ton kompos diberi dosis pupuk sebagai berikut;
sulfat ammonia (nitrogen) 20 kg
superfosfat 30 kg
kalium nitrat 40 kg

Pupuk Hijau dan Sisa Pertanaman
Di beberapa daerah, pupuk hewani tidak tersedia dalam jumlah cukup, dan untuk mempertahankan bahan organik pada tingkat yang memadai bagi pengelolaan tanah liat maupun tanah pasiran, diperlukan pupuk hijau disertai pembenaman sisa-sisa pertanaman. Pupuk anorganik saja mungkin tidak sesuai terutama pada tanah liat.

Celakanya banyak sisa tanaman yang memiliki nisbah C/N yang terlalu tinggi, terutama bila mulsa (biasanya jerami atau rumput kering) digunakan sebagai suatu perlakuan budidaya dan kemudian dibenamkan dalam tanah. Untuk penguraian jerami yang cukup, nisbah C/Nnya harus 10 atau dibawahnya. Karena alasan inilah perlu ditanam tanaman legum untuk kemudian dibenamkan dalam tanah. Tanaman legum dapat ditanam sekali dalam satu sampai tiga tahun dalam pergiliran di dalam pertanian sayuran, tergantung dari kondisi tanah dan kebutuhannya. Cara menaikkan tingkat bahan organik ini berguna di daerah dimana pupuk pabrik sulit didapatkan atau mahal. Penanaman legum ini juga akan mencegah tumbuhnya gulma. Jika tingkat bahan organik dipertahankan pada tingkatan yang layak (kira-kira 5% bahan organik atau 2% karbon), tanah untuk penanaman sayuran itu akan terolah baik dan secara konsisten memberikan hasil pertanaman yang baik. Nisbah C/N dapat juga diatur dengan menggunakan pupuk nitrogen.

Sunday, April 13, 2014

Panduan Praktis Pengelolaan Tanah untuk Bertanam Sayuran

Tanah walaupun dilihat sepintas sama, tetapi memiliki sifat-sifat yang berbeda antara satu jenis tanah dengan jenis tanah yang lainnya. Bahkan, dalam setiap jengkal tanah memiliki sifat yang berbeda, apalagi jikalau tanah tersebut berbeda tempat. Oleh karena itu, ketika kita hendak bertanam sayuran harus diperhatikan cara pengelolaan tanah tersebut, khususnya dalam segi karakteristik wilayah. Berikut panduan praktis dalam pengelolaan tanah.

Tipe tanah dan Lahan

Tipe tanah yang dimaksud disini adalah sifat kimia dari tanah tersebut seperti apakah terlalu banyak mengandung pasir, debu (lempung) ataukah terlalu banyak mengandung liat. Tipe tanah dan lahan utama yang mungkin dihadapi dalam usaha pertanian sayuran di daerah tropika khususnya adalah sebagai berikut:

Areal atau daerah datar atau lempungan rendah dengan pengelolaan sebagai masalah utama. Daerah demikian dapat terdiri dari beberapa jenis tanah Inceptisol, Entisol (yang merupakan tanah-tanah muda yang masih berkembang), Mollisol (tanah-tanah lunak atau tanah dengan solum dangkal), tanah Vertisol (tanah dengan sifat plastis yang mudah mengembang dan mengerut), dan di kawasan dengan intrusi garam serta tanah Aridisol (tanah di daerah dengan curah hujan yang rendah atau kering). Kebanyakan tanah ini adalah tanah masam (pH di bawah 7), tetapi tanahVertisol dan Aridisol dapat mendekati netral atau basa. Kebanyakan tanah-tanah tersebut berasal dari fraksi yang sangat mudah lapuk daribahan induknya dan sangat sukar dikelola, kecuali Vertisolyang berasal dari bahan induk basalt. Beberapa tanah marin atau tanah di daerah pantai, bila dikelola, dapat menjadi sangat masam (tanah sulfat masam). Beberapa daerah rendah mungkin juga mempunyai lapisan gambut di lapisan subsoilnya. 

Tanah-tanah pasir koluvial, daerah dengan kontur datar atau sedikit berbukit dengan pengatusan yang lebih baik, atau terbentuk dari hasil endapan sedimen di dekat atau diantara bukit-bukit atupun didaerah atas dataran banjir (flood plain). Beberapa tanah koluvial berasal dari bahan letusan gunung api atau batu kapur sehingga dari segi pengolahannya lebih mudah ditangani. 

Tanah-tanah pedalaman berbukit, mencakup daerah landai sedang sampai curam yang dalam pengelolaannya memerlukan penterasan konstruksi bedengan untuk budidaya sayuran. Tanah dalam kategori ini adalah tanah Oxisol, Alfisol dan Ultisol. Tergantung bahan induknya, tanah-tanah ini dapat mudah atau sukar diolah dan mantap atu sangat peka terhadap erosi. 

Banyak tanah dataran yang mengandung fraksi debu yang sangat mudah lapuk memiliki sifat yang kurang baik, yaitu mengeras jika kering. Sifat ini akan menghalangi pertumbuhan semai dan memerlukan pengolahan permukaan tanah yang intensif untuk memecah keraknya. Untuk pengolahan tanah jenis ini dapat digunakan mulsa untuk menjaga agar permukaan tanah tetap basah. 

Tanah-tanah tersebut juga dapat menjadi sangat lekat dan sukar diolah ketika basah. Dalam kondisi basah, juga sangat sulit untuk berjalan atau menggunakan peralatan di tanah tersebut, karena tanah melekat pada alas kaki dan roda kendaraan serta mesin-mesin. Untuk melakukan kegiatan pertanian sangat diperlukan papan-papan untuk berjalan. Ini dapat berupa papan pendek biasa yang panjangnya 1-2 m, dilengkapi dengan gelang-gelang kaki sehingga dapat dipindah-pindahkan atau dibuat permanen. 

Masalah utama lainnya (khususnya pada tanah lempung dan berpasir) adalah kerentanannya yang besar terhadap erosi. Hujan lebat selama beberapa hari dapat melarutkan banyak tanah. Oleh karena itu, solusi untuk masalah ini adalah penggunaan mulsa. Pemberian mulsa organik pada bedengan yang baru ditanami selalu menguntungkan pada tanah yang bertekstur halus. Pada akhirnya, mulsa akan terurai tetapi pada saat itu tajuk tanaman akan sudah menutup tanah dengan baik. Bila bedengan diberi mulsa jerami, kompetisi gulma akan ditekan selama beberapa minggu sesudah pengolahan tanah. Setelah itu, apabila tanaman tumbuh baik, mulsa boleh di sisihkan karena sudah tidak dibutuhkan lagi untuk menutup permukaan tanah.

Friday, April 11, 2014

Khasiat jambu biji

Cuaca saat ini yang tidak menentu berpengaruh buruk pada kesehatan kita. Hujan deras mengguyur bumi tercinta setiap hari, selain berdampak positif hujan juga memberikan dampak negatif pada tubuh kita. Genangan air yang ada di sana sini menjadi sarang bagi jentik-jentik dan kuman penyakit. Dari Demam Berdarah sampai diare banyak kita jumpai akhir-akhir ini, semua itu banyak berawal dari seringnya turun hujan dan kondisi cuaca yang kurang menentu.

Salah satu yang di untungkan adalah para petani jambu biji merah / jambu biji biasa yang terkenal bermanfaat menyembuhkan beberapa macam penyakit. Jambu biji alias jambu kelutuk sendiri memiliki banyak manfaat mulai dari buah, daun hingga batangnya. Melonjaknya komoditas Jambu Biji ini di sebabkan kepercayaan orang-orang yang timbul dari omongan mulut kemulut bahwa jambu ini bisa menyembuhkan penyakit demam berdarah.

Menurut berbagai sumber ekstrak daun dan buah Jambu Biji dapat berguna untuk menyembuhkan penyakit demam berdarah. Rebusan daun dan sari buahnya pun dapat berguna untuk meningkatkan jumlah Trombosit, sehingga sangat dibutuhkan oleh tubuh.Para penderita yang sudah positif DBD setelah mengkonsumsi ekstrak buah ini sekitar 500cc dalam sehari dapat meningkatkan pertumbuhan trombosit dalam tempo 8 sampai 48 jam. Menurut penelitian rebusan daun jambu biji juga dapat mencegah perkembangan dari virus DBD ini.
Komposisi : KANDUNGAN KIMIA : Buah, daun dan kulit batang pohon jambu biji mengandung tanin, sedang pada bunganya tidak banyak mengandung tanin. Daun jambu biji juga mengandung zat lain kecuali tanin, seperti minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin. Kandungan buah jambu biji (100 gr) – Kalori 49 kal – Vitamin A 25 SI – Vitamin B1 0,02 mg – Vitamin C 87 mg – Kalsium 14 mg – Hidrat Arang 12,2 gram – Fosfor 28 mg – Besi 1,1 mg – Protein 0,9 mg – Lemak 0,3 gram – Air 86 gram

Penyakit Yang Dapat Diobati : Diabetes melitus, Maag, Diare (sakit perut), Masuk angin, Beser; Prolapsisani, Sariawan, Sakit Kulit, Luka baru;
Pemanfaatan :
1. Diabetes Mellitus Bahan: 1 buah jambu biji setengah masak Cara membuat: buah jambu biji dibelah menjadi empat bagian dan direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore
2. Maag Bahan: 8 lembar daun jambu biji yang masih segar. Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan sore.
3. Sakit Perut (Diare dan Mencret) Bahan: 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit dan batangnya Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari pagi dan sore.
4. Sakit Perut atau Diare pada bayi yang masih menyusui Bahan: jambu biji yang masih muda dan garam secukupnya. Cara menggunakan: dikunyah oleh ibu yang menyusui bayi tersebut, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
5. Masuk Angin Bahan: 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, 1 butir cabai merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.
6. Beser (sering kencing) berlebihan Bahan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 3 sendok bubuk beras yang digoreng tanpa minyak (sangan = Jawa). Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 2,5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum tiap 3 jam sekali 3 sendok makan.
7. Prolapsisani Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji. Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: air ramuan tersebut dalam keadaan masih hangat dipakai untuk mengompres selaput lendir poros usus (pusar) pada bayi.
8. Sariawan Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji. Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.
9. Sakit Kulit Bahan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 7 kuntum bunga jambu biji. Cara membuat: ditumbuk bersama-sama sampai halus Cara menggunakan: untuk menggosok bagian kulit yang sakit.
10. Obat luka Bahan: 3 pucuk daun jambu biji. Cara membuat: dikunyah sampai lembut Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian tubuh yang luka agar tidak mengelurkan darah terus menerus.

Faktor nutrisi dalam sayuran

Vitamin merupakan substansi organik yang diperlukan untuk kesehatan dan efktif dalm jumlah-jumlah yang kecil, vitamin A disintesis didalam tubuh, tetapi sintesisnya memerlukan senyawa-senyawa tertentu (karoten) yang diperoleh dari banyak jenis sayuran. Sayuran yang merah dan kuning (seperti wortel dan waluh) terutama kaya akan karoten.

Viatmin A adalah esensial bagi kulit yang sehat dan juga jaringan. Jaringan lain, dan kekurangan vitamin ini akan mempermudah (predispose) kulit dan jaringan epitel terinfeksi oleh jasad penyebab penyakit. Kekurangan vitamin ini juga menyebakan orang jadi rabun malm (poor night vision).

Vitamin E terlibat dalam penyelenggaraan sistem reproduksi dan vitamin K dalam mekanisme pengumpulan darah. Kedua vitamin ini terdapat dalam sayuran daunan dan pucuk tunas, seperti bayam, kubis, selada, asparagus dan lain-lain.

Hampir semua sayuran mengandung vitamin C, tomat, lombok, kentang dan sayuran daunan yang hijau tua terutama merupakan sumber yang kaya. Vitamin C diperlukan untuk pembentukan dan pemeliharaan bahan-bahan (interseluler) didalam sel pada jaringan dan tulang, kekurangan vitamin ini menyebabkan terjadinya suatu kondisi yang dikenal sebagai kudis, yang ditandai dengan pembusukan dan pendarahan gusi, rapuhnya tulang dan juga pendarahan internal, ketika dimasak dalam suhu yang berlebihan juga akan mengakibatkan hilangnya seluruh unsur vitamin yang penting. Dalam beberapa keadaan sayuran dapat dimakan mentah sesudah dicuci bersih dengan air masak, atau maksimal dengan memasaknya dibawah suhu rata-rata.

Vitamin B1, B2 dan B6 juga terdapat dalam banyak sayuran, terutama sayuran daun yang hijau tua dan kacang-kacangan, tetapi tidak demikian dengan vitamin B12. kekurangan vitamin B1 dan B2 dinegara negara tropik menyebabkan penyakit beri-beri dan palagra.

Sayuran merupakan sumber utama mineral dalam proses diet, beberapa mineral penting dipasok oleh sayuran termasuk zat besi, kalsium, dan fosfor. Kalsium dan fosfor bersama dengan vitamin D berperan dalam perkembangan kerangka tubuh dan pembentukan tulang dan gigi yang kuat, kekurangan kalsium dalam darah menyebakan tulang rapuh dan rakhitis, zat besi merupakan unsur penting dalam penyusunan sel darah merah dan kekurangan zat besi menyebabkan anemia.

Protein, karbohidrat dan serat juga dipasok oleh sayuran, protein terdapat dalam sayuran kacang-kacangan, sayuran daun, dan sebenarnya dalam semua organ tanaman yang dipanen sebagai sayuran, sayuran dibuthkan juga dalam memperbaiki dan mempertahankan jaringan tubuh, sintesis enzim, ko-enzim dan hormon.

Karbohidrat sebagai sumber energi utama kebanyakan diperoleh dari sayuran umbi akar atau tuber seperti ubi kayu, kentang, ubi jalar, ubi talas, dan jagung manis. Peran keharaan sayuran sebagai penyeimbang dalam diet, merupakan dasar suatu definisi bagi kelompok ini dalam ketiadaan suatu definisi yang tepat dan luas cakupannya. 

Friday, September 20, 2013

Cara Membuat Minuman Lidah Buaya

Lidah buaya dapat dijadikan minuman, baik dalam bentuk jus mapupun dalam bentuk campuran minuman. Rasanya tentu berbeda, ada yang lebih suka lidah buaya yang dijus langsung dan ada yang lebih suka kalau lidah buaya tersebut hanya sebagai campuran dari minuman lain. Adapun cara membuat jus lidah buaya tentu saja sangat mudah, anda hanya perlu mengambuil daun lidah buaya yang segar dan besar, mengupasnya hingga kulit luar terbuang semua, potong kecil-kecil lalu masukkan ke blender untuk dihaluskan. Setelah halus saring untuk mendapatkan air sari lidah buaya, tambahkan gula sesuai dengan selera lalu sajikan sangat baik disajikan dalam keadaan dingin.

Jika dibandingkan dengan membuat jus lidah buaya maka membuat lidah buaya sebagai campuran minuman sedikil lebih sulit. Sebab kita harus mengkombinasikan lidah buaya dengan minuman yang cocok. Tidak semua minuman cocok di campur dengan lidah buaya seperti minuman susu sangat tidak cocok dicampur daging lidah buaya. Adapun minuman yang cocok dicampur dengan lidah buaya adalah minuman yang memiliki rasa keasam-asaman, seperti: lemon jus, orange jus dan lain-lain.

Cara membuat lidah buaya sebagai campuran minuman:
  1. Ambillah daun lidah buaya yang segar dan berukuran besar agar memiliki banyak daging yang dapat dijadikan campuran minuman.
  2. Kupas kulit daun lidah buya hingga haya tersisa daging lidah buaya yang hijau bening.
  3. Potong-potong daging lidah buaya tersebut dalam bentuk dadu
  4. Rebus pandan denagn air hingga mendidih dan tercium aroma pandan dari air tersebut.
  5. Rendam potongan daging lidah buaya dengan air pandan kurang lebih selama 2 jam.
  6. Setelah 2 jam tiriskan daging lidah buaya dan simpan dalam lemari pendingin.
  7. Daging lidah buaya tersebut sudah dapat dijadikan campuran minuman yang lezat dan sehat menyehatkan.
Daging lidah buaya tersebut sangat cocok dijadikan campuran minuman seperti jus tomat, jeruk dan lainnya yang memiliki rasa keasam-asaman. Untuk mendapatkan sensasi rasa yang berbeda daging buah yang telah direndam dengan air pandan tersebut juga dapat direndam kebali dengan sari lemon sehingga rasanya menjadi asam. Minuman yang dicampur dengan lidah buaya ini memiliki khasiat sebagai obat panas dalam. Macam-macam olahan lidah buaya lainnya dapat anda lihat di sini. Cara menanam lidah buaya dapat anda lihat di sini.  Semoga tulisan ini memberi manfaat.

Thursday, September 19, 2013

Macam-macam Olahan Lidah Buaya

Setelah kita mengetahui cara tanam lidah buaya ternyata begitu mudah dan simple, alangkah baiknya kita juga mengetahui tentang apa saja yang bisa dibuat dengan lidah buaya. Hasil olahan dari lidah buaya sanagt banyak, seperti; untuk kosmetik, untuk minuman, masker wajah, shampoo, obat herbal (terutama untuk panas dalam), lotion dan lain-lain. Kandungan nutrisi lidah buaya memang sangat cocok untuk kesehatan kulit dan rambut, inilah sebabnya banyak produk kecantikan yang menyertakan extract aloe vera dalam produk yang mereka jual.

Berikut ini beberapa olahan dari lidah buaya:
  1. Minuman, lidah buaya dapat dijadikan jus atau bisa juga daging daun lidah buaya dimasukkan kedalam minuman dalam bentuk potongan dadu. Daging daun lidah buaya mengandung serat yang sangat baik untuk pencernaan, dan juga kecantikan kulit.
  2. Masker wajah, lidah buaya secara langsung juga dapat dijadikan masker wajah. Sangat berguna untuk menyegarkan kulit dan memperkecil pori-pori wajah. Cara menjadikan aloe vera sebagai masker wajah sangat sederhana anda hanya perlu memotong daun lidah buaya dan mengeluarkan getah yang ada di dalamnya untuk dijadikan masker.
  3. Shampoo, lidah buaya secara langsung juga dapat digunakan sebagai shampoo untuk menyuburkan sekaligus memperkuat akar rambut. 
  4. Puding lidah buaya, daging lidah buaya yang dihaluskan dapat dijadikan campuran puding yang lezat.
  5. Herbal untuk panas dalam, daun lidah buaya cukup dibersihkan dan dipotong-potong untuk mendapatkan airnya dan diminum.
  6. Manisan atau asinan lidah buaya, sudah banyak dicoba dan dijadikan usaha rumahan. Terbukti digemari masyarakat.
  7.  dan lain-lain
Untuk mendapatkan daun lidah buaya yang baik dijadikan makanan olahan atau untuk kecantikan sebaiknya rawat lidah buaya dengan baik, sehingga menghasilkan daun yang ssehat, besar dan pandajng. Panjang daun lidah buaya dapat mencapai 60 cm bila dilakukan pemupukan yang tepat dan ditanam di tanah yang subur. Harga daun lidah buaya dengan kualitas baik cukup tinggi mencapai Rp. 4000 / Kg. Lidah buaya dapat ditanam di dalam pot maupun di tanah.

Harga olahan dari lidah buaya tentu saja lebih mahal daripada harga jual daun lidah buaya. Hal ini karena sudah ada pertambahan nilai pada olahan tersebut. Untuk minuman lidah buaya sangat cocok dikombinasikan dengan sari lemon. Untuk menghilangkan aroma tidak sedap pada lidah buaya dapat digunakan air rebusan daun pandan. Sehingga aroma tidak sedap lidah buaya dapat berubah menjadi aroma pandan. Campuran lain yang cocok dengan lidah buaya adalh jagung manis, kombinasi daging lidah buaya dan jagung dalam minuman dapat menimbulkan sensasi berbedap pada minuman (satu kenyal dan satunya lagi renyah).

Wednesday, September 18, 2013

Menanam Lidah Buaya Dalam Pot

Menanam lidah buaya dalam pot ini hanyalah lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang menanam lidah buaya secara umum. Untuk budidaya lidah buaya dalam pot agar pertumbuhan daun lebih maksimal perlu dilakuakn perawatan khusus dan intensif. Hal yang paling penting dalam menanam tanaman ini adalah pengairan yang sesuai, harus kita pahami bahwa lidah buaya adalah tanaman kaktus. Kaktus merupakan tanaman sukulen yang artinya dapat menyimpan air di dalam batangnya. Begitu juga dengan lidah buaya, buktinya coba saja perhatikan daun lidah buaya begitu banyak kandungan airnya bukan?

Lidah buaya (aloe vera) dan kaktus lainnya sangat cocok ditanam di dalam pot. Tujuan menanam lidah buaya dalam pot selain sebagai tanaan hias juga untuk membatasi perkembangan lidah buaya. *-.3m..mk, Lidah buaya jika dibiarkan dapat berkembang dengan pesat dan mengganggu tanaman lain. Jenis pot yang cocok untuk tanaman lidah buaya adalah pot dari tanah liat, dengan menggunakan tanah liat air yang berlebuh bisa diserap oleh pot, sehingga tidak terjadi pembusukan akar.

Ukuran pot untuk menanam lidah buaya sebaiknya pot sedang (diameter 40 - 50 cm), jika kita menggunakan pot kecil ukuran 15 - 30 cm sebaiknya pertumbuhan tunas lidah buaya dikontrol sesering mungkin. Sebab untuk pot kecil hanya cocok ditanami 1 unit lidah buaya, dan di pot menengah bisa dibiarkan hingga 3 unit. Jumlah ini untuk memaksimumkan pertumbuhan lidah buaya agar daun dan batangnya dapat tumbuh menjadi besar dan panjang. Satu lagi hal yang perlu diketahui dalam 1 pot sebaiknya jangan dilakukan kombinasi tanaman terutama dengan bunga pacar, bakung dan anggrek, sebab tanaman ini membutuhkan banyak air dalam perkembangannya.

Jika anda ingin membudidayakan lidah buaya sebagai unit usaha maka sebaiknya ditanam di tanah saja, hal ini mengingat perkembangan lidah buaya di tanah jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan perkembangan aloe vera di dalam pot. Harga daun lidah buaya cukup tinggi bergantung daerah tinggal anda, sebab di sebagian daerah daun lidah buaya tidak laku dijual :). Jadi jika ingin membudidayakannya sebagai usaha maka sebaiknya pastikan dulu pemasarannya. Selain usaha budidaya juga anda bisa membuka usaha pengolahan lidah buaya sebagai manisan atau asinan. Saat ini ada juga peminat minuman dari lidah buaya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...