Sunday, August 31, 2014

Cara Membuat Vertical Garden, Taman Vertikal

menanam-tanaman
(Sumber foto: goodshomedesain.com)


Pernah kah sobat bloger membayangkan memiliki taman yang disusun dalam bidang vertikal?. Nah kalau belum, sekarang ini telah dikembangkan di kota-kota besar namanya Vertical Garden atau taman vertikal, tentu saja fungsinya sama seperti taman-taman pada umunya memberikan tambahan oksigen, sebagai ruang hijau terbuka dan dapat mengurangi suhu. Hampir mirip dengan hirdoponik, bercocok tanam tanpa tanah, bahkan vertical garden ini bisa dibuat di tembok-tembok rumah, selain unik juga menambah keindahan rumah sobat bloger. 

Sebelum kita membahas cara membuatnya, sebaiknya sobat bloger tahu terlebih dahulu tentang media yang digunakan, yaitu nonwoven geotextile dan velt dari bahan sabuk kelapa. Velt sabuk kelapa dibuat dalam bentuk papan dengan ukuran 50 cm dan tebal 30 cm. Lebih unggul dalam hal menyimpan air daripada geotextile, dan mudah didapatkan dengan harga yang relatif terjangkau.

Berikut cara membuat vertical garden:
1. Buat konstruksi di bagian belakang (frame baja ringan) dengan rongga sekitar 7 cm dari tembok. Ini penting agar media tanam langsung bersentuhan dengan tembok karena akan lembab. Ukuran frame sekitar 0,5 m x 1 m. Jika terlalu luas, misalnya 1 m x 1 m, karpet akan melengkung di bagian tengah sehingga air akan mengalir tidak rata.
2. Setelah frame siap, taruh media tanam (geotextile atau velt sabuk kelapa) sebanyak dua lapis. Sobek larisan depan dengan jarak 12 cm. Diantara lubang tadi, buatlah jahitan jelujur vertikal agar media tanam tidak melorot ke bawah.
3. Karena adanya jarak antarlubang maka tidak semua media tanam langsung tercover oleh tanaman, tetapi lama kelamaan media tanam akan tercover oleh tanaman jika telah tumbuh. Pilih tanaman yang seimbang antara tajuk tanaman dengan akar. Jika tajuknya terlalu besar, daun akan layu dan jatuh, setelah sebulan kemudian baru tanaman akan tumbuh dengan baik. Lebih baik memilih tanaman dengan tajuk yang lebih kecil  agar akar cukup mampu menopang daun sehingga daun tidak layu. Ini merupakan konsep keseimbangan tanaman yang harus sobat bloger ketahui.
4. Masukkan tanaman ke dalam lubang yang telah dibuat. Bisa menggunakan rockwool yang digulung, tapi dapat juga langsung ditanam. Yang terpenting tanaman telah memiliki akar yang bagus, yang sebelumnya ditanam dalam polybag (tumbuh baik dalam polybag, media bagus (remah dan banyak rongga). Masukkan sebagian media dari polybag ke dalam lubang. Hal ini akan membantu akar tidak terlalu terganggu sehingga tanaman tidak membutuhkan penyesuaian yang lama.
5. Pengairan menggunakan sistem drip irigasi. Idealnya, pipa pengairan berjarak 3 m dari atas. Dengan menggunakan timer otomatis, waktu penyiraman dapat disetel, misalnya 5 kali sehari, masing-masing 2 menit. Gunakan nosel sebagai pressure regulator agar tekanan air sama shingga kucurannya rata. Tetesan air bisa langsung jatuh ke tanah atau didaur ulang kembali ke atas. Jangan lupa tempatkan tanaman yang tahan kering di bagian tas dan tanaman basah dibagian bawah.

Beberapa hal yang perlu sobat bloger perhatikan dalam vertical garden ini:
1. Seperti apa pun panasnya, biasanya tanaman hanya mendapat sinar matahari selama setengah hari karena arah gerak matahari. Akibatnya, ada masa ketika tanaman terlihat kurang subur karena tidak mendapatkan sinar matahari seharian.
2. Pemupukan dapat dilakukan secara otomatis. Caranya, campurkan pupuk ke dalam tandon ar, lakukan seminggu sekali.
3. Pemangkasan dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali, khususnya untuk VG berpola tertentu.
4. Cek nosel setiap 6 bulan sekali. Begitu pun dengan filter sebaiknya periksa secara periodik. Bersihkan 2 minggu sekali jika kualitas airnya bagus.

menanam-tanaman
Ilustrasi bahan vertical garden
(Sumber foto: tabloidnova.com)

Wednesday, August 27, 2014

Budidaya Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea)

Kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan tanaman lahan tegalan yang banyak diproduksi sebagai cemilan di pasaran. Banyak kultivar dari kacang tanah ini yang tumbuh dan memberikan hasil yang baik pada tanah gembur yang lepas atau dalam guludan (bedengan). Cara budidaya untuk varietas tipe semak sama dengan cara membudidayakan kedelai, dengan jarak tanam yang dianjurkan sekitar 30 x 15 cm.

Kacang tanah memerlukan pasokan kalsium yang cukup (seperti semua jenis tanaman legum), jika tidak maka biji tidak akan terbentuk dan polong yang dihasilkan akan kosong atau pops. Sekitar 200 kh/ha pupuk majemuk 12:12:17:2 + UM dianjurkan untuk pemupukannya, ditambah dengan sedikit urea (60 kg/ha) yang diberikan pada bulan pertama untuk memastikan pertumbuhan awal yang baik sebelum terbentuknya pembintilan. Untuk kebutuhan kalsiumnya, dianjurkan 200-300 kg/ha gips, diberikan setengah saat tanam dan sisanya pada permulaan terbentuknya ginofor. Pada umumnya lebih baik jika menanam kacang tanah setelah pertanaman sebelumnya mendapatkan pemupukan yang baik.

Perlindungan Tanaman
Penyakit-penyakit yang paling serius pada pertanaman ini adalah karat (Puccinia arachidis) dan bercak daun yang lazim dijumpai (Cercospora arachidicola) dan Cercosporidium personatum. Metode pengendaliannya yang utama adalah dengan cara kebersihan kebun yang baik dan pergiliran tanaman, tetapi sekarang telah tersedia fungisida khusus untuk karat daun ini. Untuk noda-noda Cercospora, belerang sudah cukup murah untuk petani kecil, tetapi fungisida dengan spektrum lebar lebih efektif. Penyakit jamur lain yang juga menyerang adalah busuk akar dan busuk leher akar (Corticium rolfsii, Thanatephorus cucumeris) dan busuk tajuk tanaman (Aspergillus niger). Fungisida tembaga dapat mengendalikan kedua jamur tersebut. Tanaman ini juga rentan terhadap layu bakteri, sehingga perlu berhati-hati jika melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman kerabat Solanaceae

Kandungan air (lengas) dalam biji yang akan disimpan dan selama penyimpanan selanjutnya adalah penting untuk diperhatikan dalam mengendalikan infeksi biji oleh Aspergillus flavus, yaitu jamur yang menghasilkan racun yang sangat karsinogen, aflatoxin, karena itu sangat penting menurunkan kandungan air dalam biji secepat mungkin sampai di bawah 9%, setelah panen dan kemudian disimpan baik dengan mempertahankan kandungan air yang sama.

Virus roset adalah penyakit berbahaya, pemusnahan (eradikasi) tanaman singgang (liar) dan pengendalian vektor (Aphis craccivora dan Aphis gossypii) adalah hal mutlak yang harus dilakukan.

Banyak serangga dapat merusak pertanaman; yang menyerang bagian-bagian tanaman yang terdapat dalam tanah, terutama polongnya, pada umumnya adalah yang paling mengkhawatirkan meliputi rayap, uret, kutu putih, kumbang dan serangga penggerek polong lainnya. Situasi setempat harus diperhatikan terutama sekali pada saat pertumbuhan polong.

menanam-tanaman
(Sumber foto: greenmorish.com)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...